JANTHO – Sebanyak 80 orang generasi muda Aceh mengikuti kegiatan Youth Camp (Perkemahan Pemuda/i) di Taman Hutan Raya (Tahura) Pocut Meurah  Intan, Saree, Aceh Besar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Solidaritas Perempuan Bungoeng Jeumpa Aceh (SP Aceh) yang  berlangsung selama dua hari, 16-18 September 2016 dengan mengusung tema “Hand in hand for humanity”.

Ketua panitia, Rubama, menjelaskan bahwa peserta yang terlibat berasal dari berbagai  daerah di Aceh, seperti Aceh Timur, Langsa, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Besar, Banda Aceh dan Aceh Selatan. Mereka hadir mewakili sejumlah komunitas pemuda dan organisasi masyarakat sipil. 

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas seperti pemahaman dan kepekaan kaum muda terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan. Selain itu, Youth Camp 2016 ini juga menjadi  wadah perkumpulan untuk mengembangkan ide-ide kreatif serta penguatan antar pemuda di daerah masing-masing.

“Youth Camp ini merupakan bagian dari konsolidasi generasi muda Aceh dari berbagai lintas keragaman seperti keanekaragaman suku, pendidikan, kelas sosial, agama dan lain-lain yang menciptakan trust antar generasi muda itu sendiri,” kata Rubama, dalam siaran pers.

Hal senada disampaikan oleh ketua Badan Eksekutif Komunitas Bungoeng Jeumpa  Aceh, Ratna Sary, bahwasanya kegiatan Youth Camp ini memberikan ruang bagi kaum muda untuk berinteraksi, menuangkan ide-ide kreatif dan inovatif sehingga menimbulkan rasa percaya diri bagi mereka. 

“Pemuda dirasa perlu memperhatikan bahwa mereka mempunyai fungsi sebagai pelaku  perubahan yang lebih baik dalam jabaran tatanan sosial yang lebih  luas, sehingga fungsi tersebut dapat berguna bagi masyarakat,” tambah Ratna.

Adapun kegiatan dalam Perkemahan Pemuda ini meliputi diskusi bersama narasumber seperti budayawan Azhari Aiyub, dan Jurnalis Ihan Sunrise untuk presentasi kampanye kreatif. Selain itu ada permainan tradisional seperti bakiak batok, galah panjang, dan lainnya. 

Pada hari berikutnya, Peserta Youth Camp mengadakan bakti sosial dan silaturahmi dengan aparatur gampong/tokoh masyarakat, kelompok perempuan dan pemuda di gampong Sukamulia, kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar. 

Setelah itu mereka melakukan aksi hijau menanam 100 pohon di lokasi Tahura. Penanaman pohon ini sebagai bentuk penolakan generasi muda terhadap eksploitasi sumber daya alam yang kini tengah marak terjadi di Aceh. 

“Acara Perkemahan Pemuda ini begitu membekas di hati saya, meskipun hadir dengan latar belakang yang berbeda tapi kami bisa berbaur, saling berbagi cerita dan pengalaman, dan pastinya kami berbahagia dalam warna-warni keberagaman,” ungkap Monika, salah satu peserta Youth Camp.

Kegiatan ini menghasilkan beberapa rekomendasi dan deklarasi kaum muda sebagai bagian dari Lingkar Sahabat SP Aceh. Adapun poin rekomendasi yang tercantum dalam penyataan sikap generasi muda adalah sebagai berikut:
1.    Pemerintah diharapakan memberikan ruang-ruang ekspresi untuk menuangkan ide-ide kreatif dan inovatif bagi generasi muda di Aceh.
2.    Generasi muda di Aceh dalam berbagai konteks kebhinekaan mempunyai kapasitas dalam bersinergisitas bersama seluruh elemen masyarakat, stakeholder/pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil lainnya di Aceh.
3.    Generasi muda di Aceh berdaulat atas sumber-sumber  kehidupan dan mengecam eksploitasi sumber daya alam yang merusak ekologi
4.    Generasi Muda di Aceh penting untuk selalu menumbuhkan budaya-budaya adil dalam tatanan sosial masyarakat dengan dimulai dari diri sendiri. 
5.    Ruang merdeka dalam akses dan kontrol perempuan di Aceh harus didorong dalam mewujudkan Perempuan pemimpin.
Diharapkan kegiatan Youth Camp ini bisa terlaksana secara berkelanjutan untuk tahun-tahun berikutnya dengan melibatkan partisipasi pemuda yang lebih banyak lagi, mewakili berbagai kabupaten/kota di Aceh.[]