TAKENGON – Konflik tapal batas antara desa Tansaran dan Bahgie, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah berbuntut panjang. Sejumlah mediasi telah dilakukan sejak 2009 untuk menyelesaikan konflik, tetapi belum menuai hasil.
Pada Kamis 14 September 2017, Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh Tengah, kembali mengundang sejumlah aparatur dari dua desa itu. BPM Aceh Tengah juga mengundang perwakilan desa tetangga, Desa Umang dan Daleng untuk ikut serta meredam konflik ini. Namun, audiensi yang hendak dilaksanakan di aula BPM itu kembali gagal.
Plt BPM Aceh Tengah, Windi Darsa, mengatakan, pembatalan audiensi itu lantaran situasi dinilai tidak kondusif. Salah satu desa di antaranya turut memboyong puluhan masyarakat.
Padahal, kata Windi, undangan yang dilayangkan untuk empat desa itu terbatas pada reje (kepala desa), Rakyat Genap Mupakat (RGM) dan tiga tokoh masyarakat.
“Tapi ada desa yang mengikutsertakan puluhan masyarakat, dan ini kita khawatirkan dalam audiensi nanti akan ada rusuh. Ini dasar kita batalkan audiensinya,” kata Windi Darsa, Kamis, 14 September 2017.
Pembatalan audiensi itu sempat menjadikan suasana tegang antara masyarakat dan pihak BPM. Pantauan di lapangan, massa terlihat telah berkumpul di Kantor BPM sejak pukul 08:20 WIB. Massa telah menunggu pelaksanaan audiensi hingga pukul 10:00 WIB, hingga akhirnya BPM mengumumkan pembatalan audiensi.
Mungkin akhirnya bergerak menuju gedung DPRK Aceh Tengah jelang siang. Sementara itu, di Kantor DPRK Aceh Tengah, mereka disambut sejumlah Anggota Komisi A. Aparatur desa, RGM, tokoh masyarakat dan massa kemudian dipersilahkan untuk memasuki ruang komisi.
Audiensi yang berlangsung sekira satu jam itu, dipimpin Anggota Komisi A, Abubakar dan H. Hamdan, ikut serta Wakil Ketua DPRK, Wahyudin. Sementara dari pemerintah daerah turut hadir Plt BPM, Windi Darsa, Camat Bebesen, dan Kapolsek setra Danramil.
Audiensi itu disepakati penyelesaian tapal batas akan dilanjutkan pada Sabtu 16 September 2017. Dewan meminta para pihak terkait untuk segera turun ke lapangan guna meluruskan konflik tapal batas itu.[]