BANDA ACEH – Debat publik Pasangan Calon (Paslon) Bupati/Wakil Bupati Aceh Tengah berlangsung 'panas' ketika memasuki season taya jawab antar Paslon.
Diantara 6 Paslon, no urut 1 pasangan Usman Nuzuli-Bukri (Independen) dan no urut 2 Muchsin-Taufik, terlihat sengit dalam adu argumen itu.
Paslon Usman Nuzuli-Bukri dalam kesempatannya mempertayakan salah satu statemen Paslon Muchsin-Taufik yang di sampaikan pada penyampaian Visi-Misi di dewan beberapa waktu lalu.
Visi-Misi yang dimaksud, Paslon Muchsin-Taufik akan membangun kereta gantung, masjid terapung di tengah danau Laut Tawar dan Dry Port (Terminal daratan)
Paslon Usman Nuzuli-Bukri menilai, tiga Visi-Misi itu hanya program yang berlebihan dan tidak mungkin dikerjakan alias 'cet langet'.
“Indonesia saja tidak sanggup bangun kereta gantung, apalagi Takengon dengan anggarannya yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan anggaran negara,” kata Usman Nuzuli.
Begitupun dengan masjid terapung dan Dry Port yang membutuhkan bahan komuditi ekspor yang mencukupi.
“Kalau masjid terapung apalagi, masjid agung Ruhama saja tidak selesai-selesai, jangan muluk-muluk lah,” kata Usman Nuzuli.
Menanggapi pernyataan itu, Paslon Muchsin-Taufik mengatakan, pihaknya optimis dapat mewujudkan ketiga program yang direncanakan tersebut.
Terlebih katanya, ketiga program itu bukan aksi 'cet langet'. Apalagi ketiga program itu dapat di wujudkan dengan biaya murah.
“Itu bukan program cet langet, hanya Paslon no urut 1 saja tidak memahaminya,” kata Taufik, calon wakil bupati dari no urut 2.
Debat publik Paslon Bupati/Wakil Bupati Aceh Tengah di laksanakan pukul 15:00 Wib di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Selasa 7 Januari 2017.
Pelaksanaan debat publik itu turut di siarkan TVRI dan rri. Turut hadir Forkopimda dan Forkopimda plus Aceh Tengah. Debat itu juga di kawal ratusan personil BKO Brimob dengan senjata lengkap.[]