TERKINI
NEWS

Melihat Kesibukan di Pelabuhan Lampulo Jelang Peringatan Hari Nusantara

Di atasnya ada tulisan "Pelabuhan Perikanan Lampulo". Meski baru diresmikan tahun lalu, dua huruf yang merangkai tulisan tersebut sudah copot.

ISKANDAR NORMAN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 951×

BANDA ACEH – Pelabuhan Perikanan Lampulo pada 13 Desember 2015 mendatang menjadi lokasi puncak peringatan Hari Nusantara 2015. Kegiatan ini rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri dan kepala daerah di Indonesia. Untuk memeriahkan event akbar nasional ini, TNI rencananya akan melakukan sejumlah atraksi untuk memeriahkan event nasional ini.

Pada Minggu, 29 November 2015 lalu portalsatu.com menyambangi Pelabuhan Perikanan Lampulo untuk melihat persiapan menjelang acara yang dihelat dua pekan lagi itu.

Untuk masuk ke lokasi pelabuhan, pengunjung harus melewati pintu gerbang utama setelah membayar tiket masuk sebesar Rp 1.000. Di sebelah kiri gerbang terdapat sebuah logo pancacita. Di atasnya ada tulisan “Pelabuhan Perikanan Lampulo”. Meski baru diresmikan tahun lalu, dua huruf yang merangkai tulisan tersebut sudah copot.

Terpaut sekitar 200 meter dari gerbang utama, ada sebuah perempatan dan di sana terdapat Tempat Penampungan Ikan, ada yang sudah difungsikan ada juga yang masih dalam tahap perbaikan. Di sepanjang jalan masuk di sisi kiri dan kanannya mulai ditanami pohon cemara. Pohon-pohon itu masih kecil dan dipagari dengan kayu.

Ketika matahari bersinar garang pohon-pohon cemara tersebut belum bisa dijadikan tempat untuk berteduh. Begitu juga saat ada angin kencang, pohon-pohon itu belum bisa menopang laju angin. Hal ini diakui oleh pekerja di lokasi pelabuhan. Belum adanya penghijauan di lokasi pelabuhan membuat lokasi ini bak lapangan yang gersang.

Di lokasi terlihat para pekerja sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Di antara mereka ada yang sedang mengaduk dan mengangkut semen. Tumpukan pasir dan batu terlihat berserakan. Tak jauh dari situ ada sebuah 'tugu ikan' yang didominasi warna biru laut yang sedang dalam tahap pengerjaan akhir. Tugu tersebut terlihat masih tertutup sebuah spanduk besar.

“Ini kalau tidak salah saya memperingati Hari Nusantara yang ke-15. Tempat yang notabennya laut ini sering terjadi angin kencang dan begitu juga ketika hujan terkadang tempat ini begitu terasa karena belum ada pohon-pohon besar penopang angin,” kata Khairuddin, 46 tahun, salah seorang pekerja kontrak kepada portalsatu.com.

Ia mengatakan, untuk acara tersebut nantinya, panggung utama akan dibuat di bagian timur. Pada hari H nanti juga akan dipasang tenda-tenda sebagai tempat berteduh para tamu. Namun kata Khairuddin, mengingat lokasinya yang dekat laut tenda-tenda itu harus menggunakan penguat yang kokoh. Jika tidak dikhawatirkan akan diterpa angin. Apalagi saat ini sedang musim hujan dan angin kencang.

“Iya, menurut saya layak tempat ini dijadikan sebagai tempat dan ajang nasional. Dari segi potensi utamanya adalah letak geografis, karena Lampulo merupakan pelabuhan perikanan sebagai salah satu penunjang pemerintah sebagai poros maritim karena ini adalah wilayah barat,” ujarnya.

Ia melanjutkan, luas tempatnya sangat cocok, lahan untuk parkir tempat ini memadai. Di sana juga terdapat sebuah masjid namun masih dalam tahap pembangunan. Di beberapa lokasi juga terlihat genangan air dan sedang dalam proses penimbunan.

“Kalau sekarang ya kondisinya beginilah, tetapi nanti kan sudah tidak lagi demikian, kami bekerja juga mengejar target hingga hari puncak nanti pada 13 Desember 2015 sudah maksimal,” ujar Khairuddin.

Sepengetahuan Khairuddin, pada puncak acara nanti tempat yang menjadi panggung utama adalah bagian sebelah timur yang kini sudah dicor dengan semen. Pelabuhan Lampulo memiliki dua pintu gerbang, saat keluar kita harus melewati gerbang bagian sebelah timur.[]

ISKANDAR NORMAN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar