KUALA SIMPANG – Masyarakat Tanjong Seumantoh meminta PTPN I selaku pemilik saham pabrik PKS untuk memperhatikan kesehatan warga sekitar. Pasalnya banyak warga mengeluhkan sesak nafas atau ISPA akibat menghirup abu ketel yang keluar dari cerobong asap pabrik kelapa sawit (PKS) tersebut.
“Hampir semua anak-anak sekitar ini mengalami ISPA dan ada diantara mereka harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kuala Simpang. Pasalnya, mereka terus-menerus menghirup asap ini. Tentu membahayakan bagi kesehatan warga sekitar pabrik,” ujar Ketua Majelis Duduk Setikar Gampong Tanjong Seumantoh, Aceh Tamiang, H. Hamzah OK, kepada portalsatu.com, Selasa, 15 Desember 2015.
Dia mengatakan masyarakat sangat dirugikan oleh pihak PTPN I, baik dari segi lingkungan, kesehatan serta usaha seperti rumah makan dan warung kopi. Hamzah mengatakan pihak PTPN I seperti tidak mengupayakan pencegahan agar operasional pabrik kelapa sawit tersebut tidak meresahkan masyarakat.
“Lain halnya pada waktu pagi warga harus membersihkan abu masuk ke rumah setiap hari,” ujarnya.
Dia mengatakan permasalahan ini sudah disampaikan pada 2007 lalu. Warga saat itu memprotes abu ketel yang dikeluarkan dari cerobong asap PKS, tapi tidak direspon oleh pihak PTPN I.
“Bahkan kami berulang kali juga melayangkan surat kepada pemerintah daerah terkait keluhan warga terhadap limbah yang baunya sangat menyengat agar pemda dapat menekankan pihak perusahaan,” katanya.
Di sisi lain, keberadaan PKS PTPN I di kawasan tersebut juga diduga membuang limbah cair di drainase di tepi Jalan Nasional Medan-Banda Aceh. Menurutnya hal tersebut sangat membahayakan bagi pengguna jalan.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Dia mencontohkan pada bulan Ramadhan lalu, ada pengguna jalan yang meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam drainase tersebut.
“Jadi kami harap PTPN I bisa mengkaji ulang demi keselamatan lingkungan, warga dan para pengguna jalan,” katanya.[](bna)