BANDA ACEH – Mantan Panglima GAM Linge, Marzuki AR atau yang akrab disapa Wien Rimba Raya mengatakan peringatan 10 tahun perjanjian MoU Helsinki tahun ini hanya sebatas kegiatan seremonial yang sia-sia.
Karena tidak ada upaya untuk menegaskan penyelesaian poin dari UUPA setelah sepuluh tahun, seharusnya di hadapan wakil presiden Jusuf Kalla dan tamu undangan asing, Gubernur Aceh mempertegas dan memberi target untuk menyelesaikan semua isi UUPA.
“Sebagai mantan kombatan GAM, saya kecewa melihat peringatan Mou Helsinki kali ini yang hanya seromonial dan nostalgia para tokoh perdamaian, sehingga hanya menghabiskan uang rakyat,” ujar Win Rimba raya.