BANDA ACEH – Meja dengan taplak merah marun dan kursi yang ditutupi kain putih memenuhi ruangan di Anjong Mon Mata. Para pesohor negeri mulai menempati tempat yang telah disediakan. Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Wali Nanggro Malik Mahmud Al Haytar, dan beberapa pejabat lain pun tersenyum ramah menghadap lensa kamera wartawan.
Begitulah sekilas pemandangan di Ajong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat, 13 November 2015. Elite Aceh hadir untuk memperingati 10 tahun perdamaian. Terlihat pula beberapa tamu asing di dalam ruangan. Ini lah peringatan 10 tahun setelah perang berakhir di Bumoe Aceh.
Meja makan ditata seapik mungkin. Mulai dari luar ruangan dengan hiasan tenda yang elegan sampai tiap meja dengan hidangan mewah dijamu untuk pesohor.
Suara khas benturan sendok dan piring mulai terdengar dari semua penjuru. Seluruh hadirin dipersilakan menikmati hidangan. Panitia bagian konsumsi dengan sigap mengganti setiap bakul makanan yang kosong, agar para undangan mendapatkan semua jenis lalapan yang disediakan tanpa harus menunggu.
Pelantang suara tiba-tiba terdengar. Pembawa acara mempersilakan penari peumulia jame untuk segera tampil menghibur hadirin. Suara musik mulai terdengar mengalun untuk merayakan 10 tahun perdamaian.[]