TANGSE – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, menyebabkan Krueng (sungai) Baro kembali meluap. Akibatnya puluhan rumah terendam di Gampong Pante Garot, Kecamatan Indrajaya, Rabu, 9 Desember 2015 sekitar pukul 20.00 WIB.
Ibrahim, salah satu warga Pante Garot kepada portalsatu.com mengatakan luapan air merembes ke rumah warga melalui tanggul pengaman tebing sungai yang patah pada banjir pekan lalu. “Luapan air melalui tanggul patah tapi luapannya tak separah banjir saat itu,” katanya.
Pantauan portalsatu.com, rumpun bambu dan kayu yang terseret arus sungai mulai menghambat aliran air karena menumpuk di kolong jembatan Blok Sawah Kota Sigli. Dikhawatirkan jika debit air bertambah maka akan menyebabkan jembatan ambruk.
Sejumlah petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie dibantu personil Polres Pidie berusaha membersihkan rumpun bambu yang tersangkut di kolong jembatan. Namun karena dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya, rumpun bambu tidak berhasil dipindahkan hingga pukul 23.00 WIB.
Di lokasi terlihat Sekda Pidie Amiruddin, SE, M.Si, Kepala BPBD Pidie Apriadi, dan Kepala Dinsos Kadri, SH, ikut mengawasi pembersihan aliran sungai tersebut. Berdasarkan informasi Kepala BPBD, Apriadi, luapan sungai tidak menyebabkan banjir di perkampungan. Namun dia mengatakan ada beberapa titik longsor di kawasan Tangse.
“Sore tadi banjir di Tangse menyebabkan longsor di beberapa titik tapi masih bisa dilewati,” kata Apriadi yang didampingi oleh Kabid Bencana, Teuku Mahrizal.[]
Laporan: Zamah Sari