SABANG – Pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aneuk Muda Sabang anti Korupsi (GASAK) menggelar aksi damai anti korupsi di Bundaran Simpang Garuda Kota Sabang, Rabu, 9 Desember 2015. Aksi ini digelar sebagai bentuk keprihatinan pemuda Sabang akan korupsi yang terus merajalela di Indonesia, dan khususnya di kota kepulauan tersebut.

“Kami turut prihatin banyaknya korupsi, karena mereka sudah merusak ekonomi di Sabang ini. Kami pemuda Sabang ingin munukjukkan bahwa pemuda Sabang peduli akan korupsi di Sabang. Berantas korupsi,” ujar Koordinator Aksi GASAK, Riyan Putra Nazardy.

GASAK juga mengajak seluruh masyarakat Sabang untuk menjadikan korupsi sebagai musuh bersama. Mereka turut meminta KPK mengusut tuntas segala kasus indikasi korupsi di kota Sabang, mendesak Gubernur Aceh selaku Dewan Kawasan Sabang untuk mengevaluasi dan membenahi manajemen BPKS secara tuntas, serta meminta penegak hukum dan media untuk mendukung aksi pemberantasan korupsi di Kota Sabang.

Hal senada disampaikan oleh fasilitator aksi damai GASAK Putra Rizki Pratama yang juga ketua Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Sabang. Dia mengatakan melalui gerakan tersebut mereka ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa Sabang masih mempunyai aset yang siap dan berani melawan korupsi.

“Hari ini kami memberi pesan bahwa dari Nol Kilometer ada yang namanya perlawanan terhadap korupsi. Yang kedua Sabang sampai hari ini masih sangat bermasalah dengan korupsi. Jadi kita tunjukan bahwa Sabang masih punya aset khususnya pemuda yang melawan korupsi,” ujar Putra.

Aksi yang digelar selama lebih kurang satu jam tersebut turut mendapat pengawalan dari personel Polres Sabang. Aksi yang dilakukan secara damai ini turut mendapat apresiasi dari masyarakat yang melintasi jalur tersebut.[]

Laporan: Radzie Sabang