Lantas, bagaimana dengan kata konkret sebagai unsur pembentuk neurajah? Kata konkret sering dipakai dalam neurajah untuk mempengaruhi jiwa pembaca. Dalam neurajah, kata-kata konkret tidak terlepas dengan sasaran tujuan yang diinginkan penciptanya. Pengkonkretan kata erat hubungannya dengan pengimajian, perlambangan, dan pengiasan. Ini dapat dilihat pada neurajah berikut.
Sawan hitam Allah hai po neubri beutawa
Sawan hijô Allah hai po neubri beutawa
Sawan mirah Allah hai po neubri beutawa
….
Hitam, hijô, dan mirah pada neurajah di atas merupakah pengkonkretan dari nama penyakit untuk merangsang imaji penglihatan. Adapun kata besi pada neurajah berikut ini untuk mengkonkretkan kata melalui perlambangan.
Besi klèng besi meulila
Besi meuputa bak meulipat matanya
….
Begitu pula untuk mengkonkretkan kata melalui pengiasan, pencipta neurajah menggunakan pengiasan perbandingan seperti pada cuplikan neurajah berikut: Sijuek ban ie, letupi ban timah//Beureukat kalimah lailaha illallahu.
Unsur pembentuk neurajah yang lain adalah bahasa figuratif. Bahasa figuratif dikenal pula dengan istilah gaya bahasa. Bahasa figuratif dapat diartikan sebagai bahasa yang digunakan secara tak langsung mengungkapkan makna yang tak mudah dipahami. Menurut Waluyo dalam bukunya Teori dan Apresiasi Puisi, bahasa figuratif mempunyai makna kias dan makna lambang. Makna kias dapat berupa metafora, perbandingan, personifikasi, hiperbola, dan sinekdoke (bagian ini akan dijelaskan secara khusus).
Lain lagi dengan makna lambang. Makna jenis ini adalah suatu hal yang diganti atau dilambangkan dengan hal-hal lain. Perlambangan digunakan untuk memperjelas makna, membuat nada dan suasana neurajah sesuai dengan situasi yang diinginkan pencipta neurajah. Lambang-lambang yang ditemui dalam neurajah biasanya berupa lambang warna dan lambang benda. Neurajah dengan lambang warna dapat dilihat pada neurajah berikut.
….
Sawan hitam Allah haipo neubri beutawa
Sawan hijô Allah haipo neubri beutawa
Sawan mirah Allah haipo neubri beutawa
Sawan kunèng Allah haipo neubri beutawa
Sawan hijô Tuhan haipo neubri beutawa
Sawan putéh Allah haipo neubri beutawa
Adapun neurajah dengan lambang benda adalah seperti contoh berikut. Kandang raja pada neurajah ini melambangkan tempat yang nyaman, tenteram, dan damai.
o…. Poti sudah dua ka leupah
gata geukeubah lam kandang raja
Reudôk geulanteu bèk teumakôt
Malaikat peut seunjata gata
Unsur pembentuk neurajah berikutnya adalah pengimajian, kata atau susunan kata yang dapat mengungkapkan pengalaman sensoris seperti penglihatan dan pendengaran. Unsur ini saling berhubungan dengan kata konkret. Dalam neurajah, diksi yang dipilih harus menghasilkan pengimajian. Oleh karena itu, kata-kata menjadi konkret. Pengimajian dapat dihayati melalui penglihatan (visual), pendengaran (auditif), dan citarasa (taktil).
Dalam neurajah berikut terlihat adanya pengimajian sehingga timbul imaji visual.
….
Hong burông sigala burông
Ruengkah meureuhueng
Punggôngkah meudarah
Neurajah dengan imaji auditif dapat dilihat pada contoh berikut.
Akulah bangkèet ini doa hai aneuk jén pari
Jén sireutôh sikureung plôh sikureung droe
Dalam awan akulah penggèe turôn u bumi
Adapun neurajah dengan imaji citarasa adalah seperti contoh berikut. Pada neurajah ini haté teulungkup berarti tidak dapat mengingat apa-apa lagi.
….
Meugrak haté teulungkup
Ya! Allah ya Tuhanku bèk keunong bala
Tubôh lôn nyoe
Unsur pembentuk neurajah yang terakhir adalah tipografi (tata wajah). Istilah ini dapat diartikan sebagai susunan suku kata, bait, dan kalimat yang digunakan penyair untuk memperindah bentuk puisi dan menuntun indra pembaca.
Tipografi dalam neurajah ada yang berbentuk puisi, ada pula yang berbentuk prosa. Tipografi berbentuk puisi seperti pada contoh neurajah cup ôk berikut.
Bismillahirrahmanirrahim
sa lipat
dua lipat
lhèe lipat
dua kalimah kah kupeusrèe
nibak terumpat akhirat uroe akhirat
bèk lé leumoh
Tipografi seperti pada neurajah tersebut dibentuk dari nada, intonasi, dan irama pembaca neurajah yang mewarisi neurajah tersebut.
Selanjutnya, tipografi yang menyerupai dapat dilihat pada contoh neurajah ini.
….
Phôn meuhayati bak dali phôn meuhayati ayônjih meuh, taloejih pudoe
seumangat jiwo lam rasia. Woe u dalam woe u dalam, di dalam dat soe boh terumpat, di dalam dat soe boh nama…. Bersambung[]