TAPAKTUAN – Gampong Keude Trumon, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan, mencekam pada Selasa 10 Januari 2017 malam pasca terjadi bentrokan antar pendukung kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh.
Sedikitnya sekitar 150 orang pasukan Brimob dan TNI Kompi Trumon bersenjata lengkap yang dikerahkan ke lokasi bentrokan sejak Selasa dinihari hingga Rabu 11 Januari 2017 pagi masih berjaga-jaga di seluruh penjuru Desa Keude Trumon.
Bahkan untuk meredam amuk massa, Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK bersama Komandan Kodim 0107, Letkol. Kav. Hari Mulyanto, bersama puluhan personil Polres langsung turun ke lokasi terjadi bentrokan di Keude Trumon, pada Selasa dinihari.
Selain menggelar pertemuan dengan petinggi dan anggota pendukung Calon Gubernur Irwandi Yusuf di Keude Trumon, pada malam itu orang nomor satu di jajaran Polri dan TNI di Aceh Selatan tersebut juga menyempatkan diri menggelar pertemuan dengan petinggi dan anggota pendukung Calon Gubernur Muzakir Manaf disebuah tempat terpisah.
Sebuah sumber yang menghadiri pertemuan itu menyebutkan, dari kedua pertemuan yang digelar Kapolres dan Dandim, di sepakati bahwa pada Rabu 11 Januari 2017 akan di gelar upaya perdamaian kedua belah pihak dengan di fasilitasi pejabat Forkopimda Aceh Selatan di Kantor Polsek Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah.
Sementara itu, salah seorang pendukung Irwandi Yusuf yang juga mantan kombatan GAM wilayah Trumon, Teuku Heru Zulfikar yang dihubungi dari Tapaktuan, Rabu 11 Januari 2017 mengungkapkan bahwa, ihwal mula terjadinya aksi bentrokan yang berujung perusakan dan pembakaran atribut salah satu Partai Politik Lokal serta alat peraga kampanye (APK) salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur tersebut bermula dari aksi pemukulan yang dilakukan pendukung Muzakir Manaf yang juga Wakil Panglima Sagoe Kecamatan Trumon bernama Mursal alias Si Boss (38 tahun) terhadap salah seorang pendukung Irwandi Yusuf yang juga mantan kombatan GAM bernama Abdul Manan (33 tahun).
Aksi pemukulan yang terjadi pada Senin 9 Januari 2017 tersebut terjadi persis di ruas jalan lintasan Keude Trumon – Bulohseuma saat korban yang merupakan warga Desa Teupin Tinggi hendak pulang ke rumahnya dengan mengendarai kendaraan roda dua.
Menurut pengakuan korban, kata Heru Zulfikar, saat berpapasan di ruas jalan tersebut, pelaku yang mengendarai kendaraan roda empat hendak menabrak korban, namun beruntung berhasil di elak oleh korban. Kemudian pelaku turun dari mobilnya langsung memukul korban seraya mencabut stiker gambar Irwandi Yusuf yang dipasang di sepeda motor korban.
Saat terjadi aksi pemukulan tersebut, ada dua orang saksi rekan korban yang melihat. Mereka adalah Basmi dan Si Toe keduanya berasal dari satu desa dengan korban. Penyebab korban dipukul dan diteror selama ini karena korban tidak bersedia mengikuti keinginan pelaku untuk tidak membantu calon nomor 6 yakni Irwandi – Nova, ungkap Heru Zulfikar mengutip keterangan korban.
Aksi pemukulan yang tanpa ada perlawanan dari korban tersebut, sambung Heru, kemudian dilaporkan kepada Ketua Tim Sukses Irwandi Nova Kecamatan Trumon bernama Bastami Ali.
Kemudian Bastami Ali yang juga mantan kombatan GAM dengan didampingi Heru Zulfikar pada Senin 9 Januari 2017 malam langsung menghubungi Kapolsek Trumon Iptu Damri untuk melaporkan persoalan tersebut melalui saluran handphone.
Karena saat itu, Kapolsek sedang berada di Tapaktuan maka Kapolsek Iptu Damri meminta kepada ketua timses Irwandi Nova Kecamatan Trumon untuk menahan diri sambil menunggu yang bersangkutan kembali dari Tapaktuan.
Setelah Kapolsek tiba di Trumon pada Selasa 10 Januari 2017 sore, kemudian korban dengan didampingi Ketua timses Kecamatan Trumon bersama para saksi mendatangi Mapolsek setempat untuk melaporkan kasus pemukulan tersebut secara resmi.