BANDA ACEH – Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh, Anwar Muhammad mengkhawatirkan kondisi Aceh saat ini jika dirinya selaku pimpinan partai tidak berbuat apa-apa. Menurutnya, hal ini bakal menjadi beban moral saat kembali ke masyarakat dan tidak lagi aktif di panggung politik.
“Kita menjadi seorang penonton, padahal sebelumnya, kita adalah pemimpin. Kita selalu bertanya, pada saat kita sudah tidak menjadi pemimpin, seharusnya kita berbuat seperti itu. Tapi kita sudah tidak punya kekuasaan,” kata Anwar Muhammad.
Hal tersebut disampaikannya dalam rapat pimpinan daerah Gerindra Aceh yang berlangsung di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Senin, 16 November 2015 malam.
“Kekuasaan seperti hari ini lah, menurut saya, perlu kita manfaatkan secara maksimal. Aceh punya potensi yang bagus, tetapi sekali lagi, begitu banyak dana yang mengalir ke Aceh hari ini, tetapi kemiskinan terus bertambah. Apa yang terjadi di Aceh, ada kesalahan di diri kita sendiri,” katanya.
Menurutnya kesalahan tersebut terjadi di dalam melakukan berbagai kebijakan-kebijakan. Dia mencontohkan seperti keberadaan anggota dewan di Parlemen Aceh. Anwar menilai posisi legislatif tidak akan bermanfaat jika anggota dewan yang ada di dalam DPRA hanya sekadar duduk, mendengarkan, dan mengesahkan anggaran tanpa mengkritisi apa pun.
“Sudah saatnya kita bersatu, menyamakan persepsi untuk membangun Aceh yang lebih baik di masa mendatang,” ujarnya.[]