BANDA ACEH – Ketua Komisi I DPR Aceh, Abdullah Saleh, mengatakan Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin, memiliki banyak keanehan. Salah satunya adalah terkait dengan kunjungan Safaruddin ke markas Din Minimi beberapa waktu lalu.

“Saya melihat keanehan pada Safaruddin ini termasuk dalam kasus Din Minimi,” kata Abdullah Saleh kepada portalsatu.com terkait dengan gugatan YARA terhadap UU PA di warung kopi Rumoh Aceh, Lingke, Banda Aceh, Rabu, 28 Oktober 2015.

Ia mengatakan tindakan Safaruddin sebagai elemen sipil yang masuk ke markas Din Minimi, dan kemudian memberikan keterangan pers sangatlah aneh. Pasalnya Din Minimi adalah kelompok kriminal bersenjata.

“Tiba-tiba dia sudah masuk ke dalam markas Din Minimi menjadi punggawa di sana dan memberikan keterangan pers sambil menenteng senjata,” kata Abdullah Saleh.

Politisi Partai Aceh ini juga menilai pihak kepolisian tidak serius dalam menangani kasus Din Minimi. Hal tersebut dikatakannya karena sampai sekarang kasus Din Minimi belum juga selesai.

“Polisi seharusnya mengusut tuntas kasus Din Minimi dan mengungkap tuntas semua pihak yang terlibat dengan DM,” ujar Abdullah Saleh.[](bna)