LHOKSEUMAWE – Muhammad Syahrul, 19 tahun, korban penganiayaan oknum polisi pada 31 Januari 2017 lalu, telah meninggal dunia di kediamannya, Gampong Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Jumat, 3 Maret 2017, sekitar pukul 19.30 WIB saat hendak dibawa ke rumah sakit.
Syahrul yang sehari-hari mengembala kambing dan lembu dilaporkan dianiaya oleh Bripka Sf, oknum personel Polsek Nisam, Aceh Utara, yang kini berstatus tersangka.
Informasi diperoleh portalsatu.com, jasad Syahrul dikebumikan tidak jauh dari rumahnya, Sabtu, 4 Maret 2017. Semasa hidupnya, korban dikenal sebagai remaja yang baik dan suka membantu keluarga dan tetangga.
Kami mau bawa almarhum ke Rumah Sakit Kesrem sekalian mau ambil rujukan agar bisa berobat ke Banda Aceh, tapi saat baru keluar dari rumah sekitar 30 meter, anak saya meninggal dunia, kata Amir, 50 tahun, ayah korban saat ditemui portalsatu.com di rumah duka, Sabtu, 4 Maret 2017.
Amir bersama istri mengaku sangat sedih dan shock atas meninggalnya Syahrul. Pasalnya, ia tidak menyangka penganiayaan yang dilakukan Sf dengan cara ditendang di bagian dada berakibat fatal. Anak kedua dari empat bersaudara tersebut, kata Amir, harus bolak balik masuk rumah sakit karena pendarahan di bagian dada, muntah darah dan sesak napas.
Didampingi kerabatnya Zulfikar, Amir mengaku sampai saat ini ia sekeluarga tidak tahu pasti penyebab Syahrul dianiaya Sf. Namun, kata dia, sempat ada pengakuan dari Syahrul bahwa Sf marah terkait masalah pohon pisang yang ditebang oleh adik pelaku M. Ali, di sebuah kebun beberapa hari sebelum kejadian penganiayaan itu.
Pemukulan itu sempat disaksikan oleh rekan korban, dan kejadiannya di depan rumah, saat itu ada saya dalam rumah. Saya tahu setelah terdengar gaduh, saya langsung lari keluar dan berusaha menahan pelaku agar tidak lagi memukul anak saya. Saya sempat tanya kepada pelaku kenapa si Syahrul dipukul, tapi pelaku malah membentak saya supaya tidak ikut campur, ujar Amir dengan nada sedih.
Pria paruh baya itu juga mengaku miris, karena saat dianiaya, anaknya dalam kondisi sakit di bagian kaki kiri akibat luka kena parang saat mencari pakan kambing. Akibatnya, kata Amir, Syahrul tidak bisa berjalan normal, sehingga harus memakai tongkat. Kata dia, sebenarnya sebelum kejadian itu, korban dan pelaku merupakan teman dekat.