BANDA ACEH – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh dan Pemuda Dewan Dakwah Aceh (PDDA) ikut prihatin dan menyayangkan atas berlarutnya tolak tarik pengesahan APBA 2016. Koordinator KAMMI Aceh, Darlis Azis, S.Pd.I, S.I.Kom, mengatakan, hal tersebut seolah menjadi “program rutin” yang wajib dan selalu berulang di akhir tahun.

“Bahkan lebih parah lagi sampai adanya permintaan anggaran yang sangat bombastis dari anggota dewan, mungkin mereka menilai hal tersebut wajar,” kata Darlis Azis, dalam siaran persnya, Senin, 28 Desember 2015.

Menurut Darlis pengesahan anggaran rawan terhadap penyimpangan-penyimpangan menjelang 2017. Apalagi, kata dia, hal ini sudah banyak terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kami meminta kepada semua pihak untuk segera berembuk dan mufakat untuk mengakhiri perseturuan ini, jangan sampai generasi mendatang mencatat tradisi buruk ini bagian dari sejarah yang berkepanjangan,” kata Darlis.

Sementara itu, Pemuda Dewan Dakwah Aceh (PDDA), Basri Effendi, SH, MH, MKn, mengatakan, ‘tradisi’ tarik ulur pengesahan anggaran tersebut semakin memperburuk citra Aceh.

“Kami meminta semua pihak untuk senantiasa mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan. Jika kepentingan golongan masih di atas, maka perseteruan ini tidak akan berakhir. Banyak yang mengatakan ini untuk rakyat, demi rakyat, padahal realitanya tidak demikian,” kata Basri.[](tyb)