SIGLI – Kepala Dnas Pendidikan Pidie Murthalamuddin mengaku menerima ratusan SMS dan telpon dari masyarakat terkait persoalan di lingkungan sekolah. Ratusan SMS dan telpon masuk kepadanya setelah Dinas Pendidikan Pidie membuka pusat layanan pengaduan masyarakat sejak 13 Januari 2016.
Ratusan warga memberi laporan kepada saya tentang kondisi proses belajar mengajar di sejumlah sekolah, kata Murthalamuddin, ditemui portalsatu.com, Kamis, 17 Maret 2016.
Murthalamuddin menyebut sejumlah laporan pengaduan tersebut sudah ditindaklanjuti, sebagian lainnya masih dikaji. Kita sedang evaluasi sejumlah masukan yang mengkritik manajemen sekolah, ujarnya.
Menurut dia, dengan adanya pusat layanan pengaduan itu, terlihat tingkat kepedulian masyarakat terhadap pendidikan di Pidie sangat tinggi. Jika ini berjalan secara kontinyu, kita yakin pendidikan di Pidie akan semakin bagus dan memperoleh hasil maksimal, kata Murthalamuddin.
Kadis Pendidikan mengucap terima kasih kepada masyarakat Pidie yang peduli dengan dunia pendidikan. Ia berharap partisipasi ini terus dipertahankan dan ditingkatkan sebagai bentuk kontrol masyarakat terhadap pengelolaan pendidikan.
Ini semua kita lakukan bukan untuk kepentingan kita, tetapi untuk kepentingan generasi penerus bangsa agar mereka kelak dapat bersaing di dunia pendidikan dengan daerah lain, ujar Murthalamuddin.[]