MAKKAH – Sebanyak 393 jemaah asal Aceh tiba di Makkah, Rabu, 16 Agustus 2017. Jemaah yang tergabung dalam kloter 1 Embarkasi Aceh (BTJ 01) ini akan kembali menerima pengembalian uang Waqaf Baitul Asyi.

“Dua hari setelah jemaah ada di Makkah, Baitul Asyi akan menemui jemaah untuk memberikan langsung uang hasil pengelolan Waqaf Baitul Asyi,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Aceh M. Daud Pakeh yang ikut dalam rombongan BTJ 01, dikutip dari kemenag.go.id, 18 Agustus 2017.

“Besarannya SAR1200 per jamaah, seperti tahun sebelumnya,” kata Daud Pakeh di Hotel Darul Haramain Tower, kawasan Misfalah, Makkah.

Daud Pakeh menyebutkan, tahun ini mencapai 4.393 jemaah haji asal Aceh. Uang Waqaf Baitul Asyi harus diberikan lansung kepada jemaah dan tidak bisa diwakilkan. “Jemaah langsung yang menerima. Kalau ada jemaah yang sakit di rumah sakit, akan diantar ke rumah sakit karena harus ketemu dengan jemaah. Suami-istri tetap dapat dua,” ujarnya. 

Ia berharap, uang yang telah diberikan tidak sekadar dihabiskan untuk hal-hal konsumtif. Selama ini, jemaah Aceh dinilai sering lupa saat berbelanja sehingga mereka terkendala di pesawat saat pulang karena kelebihan berat bawaan. 

“Pemerintah Aceh berharap dana ini tidak diberikan dalam bentuk uang cash, tapi cek dan dicairkan di Aceh. Jemaah bawa pulang cek-nya dan mudah-mudahan ada perputaran uang di Aceh,” kata Daud Pakeh.

“Kita sudah komunikasi. Namun, keputusannya ada di tangan Nadhir Wakaf. Nanti kita lihat pada hari pertama pemberian, apakah akan diberikan dalam bentuk cash atau cek. Ini keputusannya ada di Nadhir,” lanjutnya.

Perwakilan dari Badan Wakaf Habib Bugak Asyi Jamaluddin Alfian membenarkan jemaah Aceh tahun ini akan kembali menerima pengembalian dana wakaf. Distribusi perdana rencananya akan diberikan pada 19 Agustus 2017. 

Jamaluddin menyebutkan, wakaf Habib Bugak Asyi adalah aset milik orang-orang Aceh terdahulu. Kekayaan ini tercatat di lembaran kerajaan Saudi atas nama Habib Bugak Asyi karena saat itu dialah yang tidak pulang ke Indonesia. Aset yang dimiliki dalam bentuk sejumlah apartemen, antara lain: Hotel Ramada, Elaf Al-Masya’ir, dan sejumlah apartemen. 

“Pembagian ini sudah dilakukan sejak tahun 2006, setelah peristiwa tsunami. Dulu sebesar sewa rumah. Waktu itu 2000SAR. Lalu SAR1500. Beberapa tahun terakhir ini sebesa SAR1200,” ujarnya.

Kadaker Makkah Nasrullah Jasam mengimbau hal yang sama. Dia berharap, jemaah Aceh dapat memanfaatkan dana yang diterimanya dengan baik. Pasalnya, selain dana sebesar SAR1200 dari Baitul Asyi, mereka juga sudah mendapatkan pengembalian living cost sejak di embarkasi sebesar SAR1500.

“Kami mengimbau agar mengunakan uang yang diterima, baik saat di Indonesia maupun dari Baitul Asyi untuk hal yang bermanfaat, untuk kebutuhan yang terkait ibadah, misal untuk membayar DAM atau meng-cover kebutuhan sehari-hari ketika layanan katering sudah dihentikan,” ujar Nasrullah.

Jemaah haji Aceh terbagi dalam 11 kloter. Mereka diberangkatkan pada fase pemberangkatan gelombang kedua. BTJ 01 tiba di Makkah pada 16 Agusuts 2017.[](*)