BANDA ACEH Langkah damai alias turun gunung diambil Din Minimi dan kawan-kawan mendapatkan apresiasi dari aktivis kampus. Sementara Pemerintah Aceh diminta mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat agar ke depan tidak ada lagi konflik bersenjata di Serambi Mekkah ini.
Tuntutan Bang Din itu juga merupakan keinginan rakyat Aceh yang ingin kita capai semua, karena sejak terjadinya kesepakatan damai MoU Helsinki 2005, masih ada butir-butir MoU yang belum tereleasisasi secara utuh, kata Afrijal, S.IP., Kabid Humas Kesatuan Mahasiswa Islam Cabang Aceh Jaya kepada portalsatu.com melalui layanan BlackBerry Messenger (BBM), Selasa, 29 Desember 2015.
Dia menjelaskan, Pemerintah Aceh harus berpikir bagaimana agar anak yatim dan janda korban konflik, termasuk mantan kombatan GAM, dan seluruh rakyat Aceh mendapatkan kehidupan yang sejahtera. Kita berharap Pemerintah Aceh, DPRA, dan pihak terkait lainnya dapat mengajak dan merangkul semua lapisan masyarakat untuk sama-sama kembali membangun Aceh, ujar Afrijal.
Langkah Din Minimi turun gunung juga diapresiasi Maisal Rahmadi, mahasiswa Tarbiyah UIN Ar-Raniry yang merupakan Koordinator Turun Tangan Aceh. Menurutnya, pendekatan dilakukan kedua belah pihak yaitu Din Minimi dan BIN menjadi pembelajaran penting bagi seluruh kalangan untuk tidak membalas kekerasan dengan kekerasan.
Semoga kejadian damai ini disusul dengan kebijakan yang tepat, dan setiap permasalahan yang muncul karena konflik dapat terselesaikan oleh pihak terkait, ujar Maisal Rahmadi.
Ia berharap ke depan Tanah Rencong tidak lagi didera konflik seperti masa lalu. Pemerintah, kata dia, mesti menyejahterakan masyarakat Aceh. Kesejahteraan yang sesungguhnya, bukan semata-mata hanya kesejahteraan yang ternilai melalui tulisan dan tidak bermakna bagi rakyat kecil, katanya.[]
Laporan Maisarah