LHOKSEUMAWE –  Nurdin Ismail alias Din Minimi meminta kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso agar memberikan Amnesti kepada dirinya, serta 120 orang anak buahnya yang menyerahkan diri dan 30 orang yang telah ditahan oleh pihak kepolisian.

Menanggapi permintaan tersebut, Kepala  BIN Sutiyoso, katanya sudah berkoordiansi dengan Presiden Jokowi, Menteri Hukum dan HAM, serta Komisi 3 DPR RI. Ia juga katanya telah melakukan komunikasi dengan Prof. Dr. Hafidz Abbas, Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM).

“Semua pihak sudah nggak ada masalah tentang amnesti ini. Namun sekali lagi ini butuh proses. Saya harus membuat Din Minimi harus paham betul apa yang mereka buat serta apa yang diminta oleh pemerintah,” Kata Bang Yos sapaan akrabnya.

Diberitakan sebelumnya, bertemu bang Yos, Din Minimi menyampaikan 6 tuntutan sebagai syarat turun gunung. Mantan kombatan GAM yang benama lengkap Nurdin bin Ismail tersebut sepertinya enggan menyerah begitu saja dan perjuangannya sia-sia.

Sutiyoso membeberkan beberapa permintaan Din Minimi kepada awak media pada saat konferensi pers di Hotel Lido Graha Lhokseumawe.

Menurutnya bang Yos, permintaan kelompok bersenjata itu masuk akal.

“Pertama mereka minta reintegrasi sesuai perjanjian (MoU) Helsinky dilanjutkan, kedua dia minta agar yatim piatu terutama keluarga GAM diperdulikan, ketiga juga para inong balee atau janda-janda GAM itu diperhatikan kesejahteraannya,” kata Sutiyoso.

Selain itu, Din Minimi juga minta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun ke Aceh.

“Artinya ini adalah sebuah kritik bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam pengelolaan APBD,” ujar bang Yos.

Kemudian katanya, Din Minimi juga minta agar pada saat penyelenggaraan Pilkada Aceh 2017 mendatang, adanya peninjau independen. Menurut Sutiyoso, usulan tersebut karena Din Minimi tidak ingin adanya intimidasi dari orang-orang tertentu terhadap masyarakat.[](tyb)