Bagaimana lebah berkomunikasi, terutama dalam membuat madu? Pastinya, sarana yang digunakan untuk berkomunikasi bukanlah bahasa seperti manusia. Binatang yang disebutkan dalam Alquran ini punya cara tersendiri dalam berkomunikasi dalam segala hal. Dengan komunikasi itu, lebah dapat saling mengerti.

Dalam mengumpulkan nektar (nektar ialah cari manis yang terdapat pada bunga, merupakan cairan utama madu) untuk membuat madu, lebah berkomunikasi dengan cara melakukan tarian. Hal ini pernah diteliti oleh Karl von Frisch yang dibantu oleh Martin Lindauer dan rekan-rekan kerjanya. Sebelum mereka, tarian lebah juga pernah diteliti oleh seorang pastur bernama Ernst Spitzner pada 1778. Ketika itu ia mengatakan bahwa ketika seekor lebah madu menemukan nektar, ia kembali ke sarang dan melakukan tarian. Menurut Spitzner, lebah yang melakukan tarian sekembali dari penemuan madu itu sebenarnya memberitahukan lebah-lebah lain mengenai sumber madu yang ditemukannya. Namun, sang pendeta tidak merincikan bagaimana tarian lebah madu itu dilakukan. Dua abad kemudian, Frisch berhasil menemukan “bahasa” lebah madu Karniola (apis mellifera carnica). Spesies lebah yang lain, misalnya lebah Afrika Utara (apis mellifera intermissa), lebah Kaukasia (apis melliferafasciata), lebah Italia (apis mellifera ligustica), dan lebah Mesir (apis mellifera fasciata) memiliki “dialek” yang berbeda meski sama-sama lebah.

Ketika seekor lebah Karniola menemukan sumber dalam jarak 10 meter dari sarangnya, ia kembali ke sarang dan menjatuhkan tetesan madu yang segera dikerumuni oleh lebah-lebah yang lain. Lebah pembawa sumber madu tadi mulai menari dalam bentuk lingkaran. Pertama-tama ia memutar, lalu memutar lagi ke arah yang berlawanan, lantas berputar lagi ke arah  yang berlawanan, dan begitu seterusnya. Tarian ini namanya tarian memutar (round dance). Lebah-lebah lain bukan hanya mengamati, melainkan juga ikut serta menari menirukan tarian lebah si pembawa sumber madu. Setelah menari, ia pergi ke sumber madu yang merupakan sekuntum atau sekelompok bunga. Lebah-Lebah lain tidak mengikutinya, tetapi beterbangan ke berbagai penjuru. Namun, tidak lama kemudian, lebah-lebah itu menemukan sumber makanan baru itu. Berdasarkan bau madu itu pula, lebah dapat menentukan jenis bunga yang merupakan sumber madu yang dikabarkan.

Dalam sebuah eksperimen, lebah-lebah yang diberitahu oleh seekor lebah penari menemukan bunga yang benar di Kebun Raya Munich yang pada saat itu terdapat 700 jenis bunga yang sedang mekar. Jadi, tarian lebah itu memberitahukan lebah-lebah lain untuk keluar dari sarang, dan mencari sumber madu di sekitar sarang serta bau madu yang melekat pada tubuh penari memberi tahu lebah-lebah itu tentang bunga apa yang harus dicari. Bersambung…[]

Sumber: Kristal-Kristal Ilmu Bahasa, 1995, Bambang Yudi Cahyono.