Lebah madu juga mampu menemukan makanan dalam jarak lebih dari 10 meter dari sarangnya. Lebah diketahui terbang lebih dari 13 kilometer untuk mencari madu. Ketika seekor lebah madu Karniola menemukan makanan dalam jarak 100 meter hingga 10 kilometer dari sarangnya, ia kembali ke sarang dan menawarkan madu yang ditemukannya dengan menampilkan tari jenis lain, yaitu tari goyang sengat (tail-wagging dance). Ia menari dalam bentuk garis lurus untuk jarak tertentu dengan menggoyangkan sengatnya dan mendengungkan sayapnya ketika terbang. Kemudian, ia berhenti berdegung dan menggoyang sengatnya, memutar pada kedudukan ia memulai, berputar lagi dan menggoyang sengatnya lagi, dst. Lebah-lebah lain yang berminat menemukan madu mengikutinya berputar. Tari goyang sengat ini memberitahu lebah-lebah lain bahwa terdapat sumber makanan, bunga apa yang harus dicari, dan berdasarkan baunya. Lebih dari itu, tarian tersebut juga menunjukkan jarak antara sarang dan sumber makanan itu dan arah mana yang harus ditempuh. Jadi, dalam jarak hingga 10 kilometer pun lebah-lebah yang mengkaji tarian itu dapat terbang dengan arah yang tepat sebagaimana yang ditunjukkan dan dapat menemukan bunga-bunga yang mengandung madu itu.
Lantas, bagaimana lebah memberitahukan jarak sumber makanan? Caranya melalui tempo tarian. Tempo cepat menunjukkan jarak yang tidak terlalu jauh, tempo pelan menunjukkan jarak yang lebih jauh. Apabila jaraknya semakin jauh, goyangan pun diperlama. Lebah-lebah yang mengikuti tarian itu mengkaji frekuensi dan lama goyang sengat dan menghitung lama rata-ratanya, kemudian mereka itu menerjemahkannya untuk jarak sumber makanan dengan suatu kaidah matematis.
Tari goyang sengat kadang-kadang dilakukan dengan permukaan horizontal di luar sarang lebah. Tarian secara horizontal ini dilakukan untuk menunjukkan arah makanan dengan mengarahkan gerakan terbangnya pada arah yang dimaksudkan. Lebah dapat melakukan tarian apabila ia melihat matahari untuk menunjukkan kedudukan matahari terhadap lebah-lebah yang lain. Ia mengambil kedudukan seperti ketika melihat matahari pada sumber makanan dengan sudut yang sama. Oleh karena itu, gerakan tariannya juga membentuk sudut yang sama dengan matahari seperti sudut ketika ia di sumber makanan.
Tarian lebah juga dapat dilakukan secara vertikal. Tarian ini ia lakukan untuk menyampaikan pada lebah lain kedudukan sudut terbang dan kedudukan matahari ke dalam jarak antara gerakan tari dan vertikal lurus ke atas dengan kecepatan tinggi. Lebah juga dapat mengomunikasikan jarak dan tempat sumber makanan kendatipun ada angin, dan lebah tersebut sebelumnya belum pernah menempuh rute itu.
Bukan hanya itu fungsi tarian lebah. Tarian lebah juga dapat menunjukkan manis atau kurang manisnya makanan, kemudahannya menemukan, dan banyak tidaknya sumber makanan. Meski demikian, tidak semua lebah mengikuti tarian lebah itu. Artinya, bila tertarik dengan informasi yang disampaikan oleh lebah penari tadi, lebah-lebah itu mengikuti tarian. Namun, jika tidak, tarian lebah tadi diabaikan.