ALLAH SWT menciptakan manusia sebagai khalifatul ardhi ( pemimpin di dunia) dan juga merupakan makhluk sosial. Manusia tidak bisa hidup sendiri melainkan membutuhkan kebersamaan dalam kehidupan sehari harinya dengan sesama. Allah SWT menciptakan manusia itu beraneka ragam dan berbeda-beda tingkat sosialnya. Sebagian mereka ada miskin, kaya, kuat dan lemahs serta lainnya.
Penjelasannya sebagaimana terdapat dalam firman Allah Subhanahu wa Taala:
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (Az-Zukhruf: 32)
Kita juga dianjurkan untuk meninggalkan jamaah hal ini sebagaimana di sebutkan dalam hadist yang diriwayatkan dari Abdullah bin Dinar, dari Ibnu Umar bahwa dia berkata:
Rasulullah berkhutbah di hadapan kami. Di antaranya beliau berkata: Wajib atas kalian untuk bersama dengan al-jamaah dan berhati-hatilah kalian dari perpecahan. Sesungguhnya setan bersama orang yang sendirian, sedangkan dari orang yang berdua dia lebih jauh. Barangsiapa yang menginginkan tengah-tengahnya (yang terbaiknya) surga maka hendaklah dia bersama jamaah. Barangsiapa yang kebaikan-kebaikannya menggembirakan dia dan kejelekan-kejelekannya menyusahkan dia, maka dia adalah seorang mukmin. (HR. At-Tirmidzi).
Sangat dianjurkan kita untuk memupuk toleransi dan kebersamaan. Terlebih kita sebagai makhluk sosial dan saling membantu menjadi salah satu ciri khas insan yang bernama manusia.
Rasulullah sendiri dalam hadits menyebutkan: