TERKINI
EKBIS

Ikan Ganas dari Sungai Amazon Dipamerkan di Lampulo

Sebagai peringatan panitia juga menempelkan selembar kerta bertuliskan ‘Berbahaya, jangan memasukkan jari atau tangan’ karena ikan ini akan melahap apa saja.

ISKANDAR NORMAN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.2K×

BANDA ACEH – Aligator, ikan langka dan berbahaya asal sungai Amazon di Amerika Selatan kini bisa dilihat di pameran Hari Nusantara yang digelar di Pelabuhan Perikanan Lampulo Banda Aceh. Ikan tersebut dipamerkan di stan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Ikan ini juga dikenal dengan ikan buaya dan akan memangsa apa saja yang ada di depannya. Bagi Anda yang berkunjung ke stan tersebut harap berhati-hati, pasalnya ikan ini tak segan-segan untuk menyerang Anda jika jaraknya terlalu dekat. Jangan coba-coba berusaha menyentuhnya. Sebagai peringatan panitia juga menempelkan selembar kerta bertuliskan ‘Berbahaya, jangan memasukkan jari atau tangan’ karena ikan ini akan melahap apa saja.

“Biasanya orang menyebutnya ikan buaya. Di Indonesia sudah ada pelarangan untuk memelihara dan mengembangbiakkan ikan aligator. Bahkan sekarang bibitnya tidak ada di Indonesia. Ini langsung dari Amazon saat itu sebelum ada pelarangan. Di Amerika sendiri ikan ini sudah dianggap menjadi hama,” kata Teuku Nova F.F, penjaga stan kepada portalsatu.com, Kamis, 10 Desember 2015.

Ia juga mengatakan, badan karantina ikan memiliki tugas utama mengawasi lalu lintas perikanan baik impor dan ekspor ikan, baik lokal, nasional maupun internasional.

“Kita menyeleksi ikan yang menjadi impor ekspor keluar. Kalau dari Aceh lalu lintas dominan yang keluar adalah lobster dan ikan tuna. Sebelum diekspor kita akan menguji terlebih dahulu di lab untuk mengetahui penyakit,” katanya.

Teuku Nova mengatakan, ikan tuna banyak di ekspor ke Malaysia, Singapura dan Korea dalam seminggu tiga hingga empat kali. Sementara lobster ke Jakarta, Medan dan Denpasar.

“Orang Korea mengakui menyukai ikan asli dari Aceh karena belum terkontiminasi dengan bahan kimia. Cuman kita kurangnya di bagian angkutan yang terbatas untuk pengiriman ikan ke luar negeri,” ujar Teuku Nova.[]

ISKANDAR NORMAN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar