BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menandatangani Memorandum of Understanding(MoU) dengan perusahaan asal Singapura, Floresta LTD, untuk mengelola kembali PT Kertas Kraft Aceh (PT KKA). Penandatangan tersebut berlangsung di ruang tamu Meuligoe Gubernur Aceh, Senin, 7 Desember 2015 kemarin.

Hadir dalam penandatanganan ini Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar dan perwakilan Floresta Pte Ltd, Jouko Virta. Ikut serta Asisten II Setda Aceh, Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh, sejumlah Kepala Biro serta Wakil Bupati Aceh Utara dan Wakil Bupati Aceh Tengah menyaksikan penandangatanan tersebut.

Perusahaan asal Singapura tersebut diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian Aceh seperti harapan saat PT KKA pertama kali didirikan pada 21 Februari 1983 silam.

“Kita tentu saja berharap, dengan beroperasinya perusahaan ini, maka akan tertampung setidaknya sepuluh ribu tenaga kerja di Aceh. Setidaknya ada tiga hal yang akan didapatkan Aceh dengan beroperasinya PT KKA, yaitu menekan angka pengangguran, menekan angka kemiskinan serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Gubernur.

Sementara itu, perwakilan Floresta Pte Ltd, Jouko Virta dalam kesempatan tersebut menjelaskan, MoU ini adalah sebuah permulaan yang baik. Banyak hal yang akan dilakukan oleh Floresta bersama dengan Pemerintah Aceh terkait dengan pengoperasian kembali PT KKA.

“Tujuan kita adalah untuk memulai kembali pengoperasian PT KKA. Bahan baku perusahaan ini nantinya akan kita gunakan bahan baku dari hutan masyarakat. Jalinan kerjasama yang kita bangun dengan masyarakat ini diharapkan akan menjamin ketersediaan bahan baku secara terus menerus,” ujarnya.

Floresta berjanji, saat beroperasi nantinya, maka perusahaan ini akan memperhatikan aspek lingkungan. Menurut Virta isu lingkungan menjadi suatu hal yang mutlak harus diperhatikan dengan baik, mengingat semakin tidak sehatnya udara dunia setiap tahunnya. Apalagi hutan Aceh menjadi salah satu penyangga atau paru-paru dunia pada saat ini.

“Kami bangga dengan pemerintah atas kerjasama ini sehingga kita bisa mengaktifkan kembali KKA. Saat ini seluruh pemimpin di dunia sedang membahas tentang perubahan iklim yang diakibatkan oleh meningkatnya produksi Karbon dunia (CO2-red) di Paris. Saat beroperasi nanti kami berkomitmen untuk menjalankan seluruh hasil yang diputuskan dalam pertemuan tersebut,” ujar Virta.

Dalam kesempatan tersebut, Virta juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Gubernur, selaku Kepala Pemerintahan Aceh dan seluruh masyarakat Aceh atas terjalinnya kerjasama tersebut. Virta berharap ini akan menjadi sebuah kerjasama yang berlangsung lama.

Floresta juga berkomitmen untuk merehabilitasi dan mereboisasi 57 ribu hektar hutan Aceh. Program tersebut merupakan bagian dari langkah untuk mengurangi produksi 80 juta ton produksi CO2 dunia.[]