BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan Aceh harus kembali menjadi poros maritim Indonesia di Asia Tenggara seperti pada masa kegemilangan Kerajaan Aceh sejak abad ke-16. Hal itu dikatakannya saat membuka Pameran Nusantara 2015 di Pelabuhan Perikanan Lampulo Banda Aceh, Rabu, 9 Desember 2015.

“Fakta sejarah menunjukkan bahwa kejayaan maritim nusantara dipengaruhi oleh Kerajaan Aceh yang memberi perhatian penting kepada potensi kemaritiman termasuk Selat Melaka,” kata Gubernur.

Menurut Gubernur, peringatan Hari Nusantara di Aceh kali ini harus dapat menanamkan kembali pemahaman wawasan Nusantara kepada masyarakat, termasuk sumber daya alam kelautan dan potensi di dalamnya.

Aceh dengan kawasan perairan laut yang luas kata Gubernur, mempunyai potensi maritim yang sangat baik jika semua pihak dapat mengelolanya dengan optimal.

“Sebagai bangsa maritim, Aceh telah melahirkan seorang laksamana wanita pertama di dunia yang cukup disegani sebagai pemimpin armada perang angkatan laut, yaitu Malahayati,” ujarnya.

Perjuangan Malahayati menurut Gubernur, harus bisa menjadi spirit bagi rakyat Aceh dalam membuktikan perjuangannya mempertahankan harga diri bangsa dan mengembangkan potensi sumber daya maritim yang ada demi kesejahteraan rakyat dan kedaulatan bangsa.

Gubernur mengatakan peringatan Hari Nusantara seharusnya tidak hanya sekedar seremonial, tetapi harus dapat membangkitkan kembali semangat Deklarasi Djuanda pada 58 tahun lalu untuk merajut dan memperkuat kembali Indonesia dalam sebuah kesatuan yang utuh di bawah bingkai NKRI. 

Pameran Nusantara merupakan serangkaian dari acara Hari Nusantara di samping acara lainnya yaitu, launching Hari Nusantara/World Ocean Day, Pemilihan Putra/Putri Bahari, peresminan pembangunan infrastruktur maritim, aneka lomba kebaharian, latihan gabungan TNI dan khanduri laot.

Turut hadir dalam acara tersebut Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto, perwakilan dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan, MM dan para asisten serta para Kepala SKPA lainnya.[]