LHOKSUKON – SMA Negeri 3 Putra Bangsa Lhoksukon, Aceh Utara tidak memiliki alat peraga musik. Menyiasati kondisi itu, para siswa yang tergabung dalam Sanggar Al-Jauzah mengandalkan musik perkusi, hip-hop, acapela dan paduan suara.

“Sanggar Al-Jauzah sudah berdiri sejak tahun 2007 dan selalu aktif, khususnya paduan suara, nasyid, teater, tari saman laki-laki, acapela dan musik perkusi dengan alat peraga galon air, sendok, botol dan lainnya,” kata Kepala SMA Negeri 3 Putra Bangsa, dra Suharni Khairani M.Pd kepada portalsatu.com, Kamis, 10 Desember 2015.

Ia menyebutkan, secara visi misi dirinya memang tidak memiliki target khusus di bidang seni dan olahraga. Namun tak dapat dipungkiri minat siswa dalam dua bidang tersebut lebih dari 30 persen. 

“Untuk alat peraga musik kami hanya memiliki 10 pianika, itu pun baru kami beli beberapa waktu lalu. Saya sudah mengajukan pengadaan rapai dan keyboard untuk anggaran 2016 mendatang. Namun itu baru akan terwujud jika disetujui dalam alokasi pengadaan barang,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini bidang seni berjalan hanya karena kemauan dan tekat siswa yang besar dengan dibantu guru pembimbing. 

“Kami tidak pernah menerima dana yang dialokasikan khusus untuk seni. Mungkin pihak dinas tidak memberikan itu karena target SMA 3 Putra Bangsa memang dalam bidang akademik. Secara pribadi, saya pun belum pernah mengajukan permohonan bantuan alat musik. Tapi memang tak bisa dipungkiri, musik memang kreativitas remaja yang patut didukung,” ucapnya.

Ia menambahkan, dalam  sebulan terakhir pihaknya rutin melakukan tafakur untuk memotivasi siswa sebelum memulai aktivitas belajar.

“Di sini siswa berdiri membentuk lingkaran dan guru berdiri di tengahnya memberikan wejangan, penjabaran hadist, surah pendek dan lainnya untuk motivasi,” tutup Khairani yang juga terpilih sebagai Juara III Kepala Sekolah Berprestasi se-Aceh 2015.[]