BANDA ACEH – Asisten I Setda Aceh, Iskandar A. Gani mengatakan Gayo Art Summit merupakan salah satu bentuk manifestasi kecintaan terhadap budaya Aceh.

“Kegiatan Gayo Art Summit merupakan manifestasi kecintaan kita tehadap budaya Aceh,” kata Iskandar dalam sambutannya mewakili Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, di Hall AAC Dayan Dawood Unsyiah, Banda Aceh, Rabu, 11 November 2015, malam.

Iskandar mengatakan, melalui seni, perasaan akan dirangsang untuk meramu kehidupan yang lebih baik. Selam ini, Aceh sering dikaitkan dengan seni. Seperti Tari Saman, Didong, Guel dan yang lainnya.

Selain itu, lanjutnya, Gayo Art Summit bentuk pelestarikan budaya dan mendorong generasi agar cinta akan budayanya sendiri.

Ia juga mengatakan, tari Saman dan lainnya merupak aset budaya tak benda yang harus tetap dilestarikan.

Karena selama ini, beberapa tarian Aceh sudah sering ditampilkan di acara nasional bahkan mancanegara. “Ini aset budaya tak benda yang patut kita banggakan dan dilestarikan,” ujarnya.

Dikatakannya, acara ini menjadi forum perekat kebersamaan sesama masyarakat Aceh, khususnya Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues.

“Ketika politik menjadi penghalang, seni hadir menjadi perekatnya,” pungkas dia.

Ribuan penonton padati Event Hall AAC Dayan Dawood Unsyiah Banda Aceh. Bahkan ada penonton rela berdiri di tangga. Gayo Art Summit 2015 menganggkat tema “Identity Of Gayo and Alas”.[]

Laporan Murti Ali Lingga