APAKAH kamu pecinta rasa pedas? Jika iya, maka kamu pastinya tidak asing lagi dengan yang namanya cabai, bukan? Cabai sebenarnya adalah istilah yang sangat luas. Ini karena tanaman cabai mampu bermutasi (bercampur) dengan cepat, dan sebagai hasilnya terdapat lebih dari 140 varietas cabai yang dapat ditemukan. Nah untuk lebih mengenal tentang cabai, berikut merupakan beberapa fakta tentang cabai, yang mungkin saja belum kamu tahu.

1. Gigitan kedua cabai lebih pedas dibandingkan dengan gigitan pertama

Jika kamu suka menyantap cabai mentah, kamu pasti menyadari bahwa gigitan kedua dan seterusnya saat makan cabai, lebih pedas dibandingkan dengan gigitan pertama. Ini karena bagian yang paling dekat dengan batang memang lebih pedas. Penyebabnya adalah konsentrasi capsaicin yang memberi sensasi pedas pada cabai berada di dekat batang.

2. Hanya mamalia yang sensitif pada pedasnya cabai

Sementara capsaicin dapat membakar mulut kita dengan sensasi pedasnya, hal yang serupa tidak berlaku pada burung. Ini karena hanya mamalia yang sensitif terhadap pedasnya cabai. Hal ini pula yang menyebabkan burung mampu membantu penyebaran benih tanaman cabai, karena mereka tidak merasakan pedasnya cabai.

3. Cabai memiliki skala pedas

Karena memiliki banyak jenis, rasa pedas cabai kemudian diukur untuk mengetahui tingkat kepedasan yang dimiliki oleh berbagai jenis cabai. Skala yang digunakan untuk mengukur tingkat kepedasannya disebut dengan skala Scoville, karena skala tersebut ditemukan oleh seorang apoteker bernama Wilbur Scoville.

Saat ini, penggunaan metode pengukuran skala Scoville digunakan dengan menggunakan kromatografi cair. Ini dilakukan untuk mengekstrak capsaicin dan menghitung skor Scoville yang sesuai. Cabai yang kita gunakan pada umumnya memiliki tingkat kepedasan 30.000-50.000 SHU (Scoville Hot Unit), dan paprika hanya 1-100 SHU. Jika kamu penasaran dengan jenis cabai yang terpedas di dunia, maka kamu akan menemukan cabai jenis Carolina Reaper yang memiliki tingkat rasa pedas hingga 2,2 juta SHU.

4. Berbagai jenis cabai berasal dari spesies yang sama

Meskipun terdapat berbagai jenis cabai, setidaknya mereka dikelompokkan menjadi lima spesies, yaitu C. annuum, C. baccatum, C. chinense, C. frutescens, and C. pubescens. Capsicum annuum adalah spesies dari cabai yang paling umum kita gunakan, termasuk paprika dan japalenos.

5. Berbagai jenis paprika berasal dari tanaman yang sama

Kamu mungkin akan menemukan berbagai warna paprika yang berbeda seperti hijau, merah, kuning dan oranye. Buah tanaman paprika dimulai dari warna hijau (saat mentah) kemudian berubah menjadi warna kuning , dan akhirnya menjadi merah setelah menjadi matang secara utuh.

Walaupun ada beberapa jenis paprika yang memang berwarna kuning dan oranye saat matang sepenuhnya. Paprika warna hijau cenderung memiliki rasa yang pahit karena mereka tidak memiliki bahan kimia yang sama dengan paprika warna lain. Ini karena paprika hijau yang dipetik muda tidak memiliki tingkat kematangan tertentu seperti paprika warna lainnya.

Sangat unik, bukan? Tidak hanya memenuhi selera pedas kita, cabai ternyata juga menyimpan cerita-cerita unik yang menarik. Selain itu sebenarnya ada banyak sekali jenis cabai yang tersebar di berbagai belahan dunia. Bahkan ada jenis cabai paprika yang memiliki warna yang unik seperti ungu. Sangat lucu, bukan? [] Sumber: Merdeka.com