IDI RAYEUK- Faisal, Geuchik Gampong Seunebok Bayu, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, mengaku saat ini tidak berani pulang ke rumah lantaran masih merasa takut. Sebelumnya pemimpin pemerintahan gampong ini mengaku mengalami pemukulan oleh oknum polisi yang memburu kelompok bersenjata Din Minimi di kawasan itu.

“Keadaan saya masih merasa takut untuk pulang ke rumah. Saya juga belum bisa mengerti bagaimana kondisi di gampong dan masyarakat,” ujar Geuchik Faisal kepada portalsatu.com, Sabtu, 26 Desember 2015.

Faisal menyebut ia memilih meninggalkan sementara gampongnya untuk menghindari munculnya ancaman atau perlakuan tidak baik dari pihak tertentu pascainsiden yang menimpanya itu. “Ini saya lakukan agar kondisi bisa stabil. Walaupun ada masalah di internal gampong belum selesai, saya rasa masyarakat memahami kondisi saya. Saya menghindar bukan berarti melarikan diri, tapi ini menyangkut keselamatan,” katanya.

Menurut informasi diterima Geuchik Faisal, sebagian warganya yang merasa ketakutan setelah masuknya personil polisi untuk memburu kelompok Din Minimi ke gampong itu turut meninggal rumah saat malam tiba.

“Bukan hanya saya saja yang ke luar dari gampong, ada juga warga saya yang merasa ketaukutan, sehingga tidak berani tidur di rumah waktu malam. Bahkan mereka memilih ke gampong tetangga atau tempat saudaranya yang agak nyaman,” ucap Geuchik Faisal.[] (idg)