JANTHO - Seorang ibu rumah tangga Erliana, 35 tahun, warga Kuta Baro, Aceh Besar meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, setelah dianiaya dan…
JANTHO – Seorang ibu rumah tangga Erliana, 35 tahun, warga Kuta Baro, Aceh Besar meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, setelah dianiaya dan ditikam orang tak dikenal pada Sabtu, 6 Mei 2017.
Kapolsek Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar, AKP Marzuki, saat dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10:30 WIB, Sabtu, 6 Mei 2017, di kedai kelontong 'Nikmat Baru' milik korban, di jalan Blang Bintang lama, Gampông Cot Peutano, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar.
Menurutnya, dari hasil pengembangan sementara dan olah TKP di lapangan, tidak ada barang-barang yang hilang.
“Sehingga motif kejadian tersebut, kita belum dapat memastikan ini perampokan atau bukan,” katanya.
Ia menambahkan, korban berprofesi sebagai guru dan memiliki dua anak. Saat itu sedang berada sendirian di kedainya. Sedangkan suami korban, Iskandar, 42 tahun, sedang bekerja sebagai sopir truk pasir.
Dua anak korban, masing-masing berumur 8 tahun yang duduk di kelas 3 SD, serta yang kecil 4 tahun masih di sekolah PAUD.
“Sementara dari keterangan saksi pelaku diketahui satu orang, menggunakan sepedamotor tersangka langsung melarikan diri, di jembatan Cot Iri kan ada warung, belok ke kanan dan menuju Darussalam, ke arah sanalah pelaku meloloskan diri,” katanya.
Marzuki mambahkan, kronologis kejadiannya, berdasarkan keterangan saksi yang juga adik kandung korban menjelaskan, saat kejadian korban lari ke tempat doorsmer yang terletak di samping kedai korban, saksi melihat korban telah mengeluarkan darah melalui leher dan mulut sambil meminta tolong, kemudian saksi langsung melarikan korban ke Rumah Sakit umum Zainal Abidin, korban dalam keadaan tidak sadarkan diri dan berlumuran darah sesampai di rumah sakit korban telah meninggal dunia.
“Sementara saat ini petugas di lapangan terus berusaha mencari titik terang, dan kita harapkan pelaku langsung tertangkap, supaya dapat kita ketahui motifnya, sekarang ini korban juga sudah dikebumikan di pemakaman kelurganya yang berada di belakang kadai korban” kata Marzuki, Sabtu, 6 April 2017.[]
Laporan Taufan Mustafa