BANDA ACEH – Ketua Umum Partai Aceh, H Muzakir Manaf atau kerap disapa Mualem, enggan menjawab isu bakal meminang Ruslan M Daud sebagai pendampingnya di Pilkada 2017 mendatang.
“Terkait dari partai nasional kemungkinan terjadi,” kata Mualem kepada awak media di sela-sela Musyawarah Kerja Cabang 1 DPC PPP Kota Banda Aceh di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Senin, 21 Desember 2015.
Seperti diketahui, Mualem telah beberapa kali mengatakan akan merangkul partai nasional sebagai calon Wakil Gubernur Aceh pada Pilkada 2017 mendatang. Penegasan tersebut disampaikan Mualem dalam pertemuan dengan lintas partai Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) di Meuligo Wakil Gubernur Aceh beberapa waktu lalu. (Baca: Mualem dan Bos Lintas Parpol Kembali Semeja, Apa yang Dibahas?)
Hadir saat itu pimpinan partai seperti Ketua Gerindra Aceh TA Khalid, Ketua Golkar Aceh Ishak Yusuf, Sekretaris Golkar Aceh Muntasir Hamid, Ketua PPP Aceh T Faisal Amin, Ketua Hanura Aceh Syafruddin Budiman, Ketua PAN Aceh Anwar Ahmad, Ketua PDA Tgk. Muhibbussabri, Sekretaris PBB Aceh Zulmahdi Hasan dan perwakilan dari Partai Demokrat Aceh Aswandi Hasbi Abdullah.
Sebelumnya salah satu media lokal di Aceh, Serambi Indonesia, memberitakan, Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf akan menggandeng Bupati Bireuen Ruslan M Daud untuk mendampinginya menjadi calon gubernur dan wakil gubernur Aceh pada Pilkada 2017 mendatang.
Hal itu dikatakan Mualem saat temu ramah dengan bupati Ruslan di Pendapa Bireuen, Minggu (20/12/2015) malam.
Dikatakan Mualem, dirinya sangat tertarik dengan kinerja Ruslan Daud yang telah memimpin Kabupaten Bireuen dengan baik. Selain berasal dari Partai Aceh, Ruslan juga sangat dekat dengan para ulama.
Program-program yang telah dijalankan oleh Ruslan Daud juga berjalan degan baik di Bireuen. Seperti gotong royong, mampu memperbaiki laporan keuangan daerah sehingga bisa meraih WTP dari BPK RI.
Selain itu, penggunaan dana desa yang tepat sasaran, sehingga pembangunan di desa-desa dapat berjalan dengan baik, dan banyak program-program lain yang menyentuh rakyat yang di jalankan oleh Ruslan, karena itu tidak salah dan saya rasa sangat tepat saya memilih Ruslan untuk menjadi wakil gubernur Aceh mendampingi saya maju pada Pilkada 2017, kata Muzakir Manaf seperti dilansir Serambi Indonesia. (Baca: Ketua PPP Aceh: Akan Timbul Fitnah Luar Biasa Jelang Pilkada 2017)
Sementara itu, Ruslan Daud mengatakan, saat ini dirinya masih memfokuskan diri untuk menyelesaikan tugasnya sebagai Bupati Bireuen yang masih tersisa lebih kurang dua tahun lalu.
Saat ini saya harus menyelesaikan amanah rakyat, tapi jika rakyat mengizinkan saya jadi pendamping Mualem, saya siap, katanya singkat.[](bna)
