TERKINI
TAK BERKATEGORI

Curhat Mursalin, Mantan Kiper yang Tak Kunjung Pulih setelah Bertahun-tahun Lumpuh

LHOKSUKON - Masih ingat sosok pemain bola yang lumpuh asal Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara? (Baca: Mursalin Empat Tahun Terbaring, Akhir Cerita Seorang…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 1.4K×

LHOKSUKON – Masih ingat sosok pemain bola yang lumpuh asal Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara? (Baca: Mursalin Empat Tahun Terbaring, Akhir Cerita Seorang Kiper)

Ya, Mursalin, 25 tahun, beberapa waktu lalu sempat berada dalam perawatan Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) di Lhokseumawe selama 28 hari. Setelah dipulangkan nasibnya jadi terombang-ambing, bahkan untuk membeli kateterpun sudah tak punya uang.

“Saya memang dijemput ke rumah oleh pihak Dinas Sosial Aceh Utara dan Dinas Kesehatan Aceh Utara, Selasa, 17 Mei 2016. Selama 28 hari saya dirawat di RSUCM dan setelah itu saya dipulangkan,” kata Mursalin, yang menghubungi portalsatu.com, Rabu, 26 Oktober 2016.

Mantan kiper itu mengaku kecewa pada Kepala Dinas Sosial Aceh Utara, Jailani, yang dinilai tidak menepati janji. Katanya, Kadis Sosial Aceh Utara menjanjikan jika RSUCM tidak mampu menangani, maka ia akan dibawa ke RSUZA Banda Aceh. Jika itu juga tidak mampu, akan dibawa lagi ke Jakarta. Tapi faktanya hanya sampai RSUCM.

Dilanjutkan, selama dirawat di RSUCM, seluruh uang tabungan hasil sedekah (sumbangan) orang ludes sekitar Rp 1,5 juta. Itu dipergunakan untuk biaya makan dan lainnya. Saat ini jangankan untuk pengobatan, membeli kateter saja ia sudah tidak punya uang.

“Saya juga dijanjikan rumah, tapi hingga kini tidak ada kabar berita. Saat ini saya menumpang tinggal di rumah kakak yang ada di Keude Aceh, Lhokseumawe karena rumah di Langkahan sudah tidak bisa ditempati lagi. Selain dinding yang sudah lapuk, atapnya pun bocor,” ujarnya.

Diakui Mursalin, selama berada di RSUCM, pihak Dinsos ada memberikan bantuan uang, demikian juga saat pulang ke Keude Aceh.

“Dari hasil pemeriksaan medis, katanya saraf tulang belakang saya terjepit, makanya lumpuh. Waktu disuruh pulang dari RSUCM, saya juga dijanjikan akan dikirim perawat untuk mengurus saya, tapi tidak ada. Di sini saya sangat berharap uluran tangan pemerintah karena memang tidak punya biaya untuk berobat. Saya harap janji rumah bantuan juga dapat terealisasi,” harap Mursalin.

Ditambahkan, sepulang dari RSUCM, dirinya sempat dibawa berobat ke RSUZA Banda Aceh selama delapan hari. “Saya memang dibawa ke Banda Aceh, tapi bukan oleh Dinsos Aceh Utara. Melainkan oleh IPSM Tanah Jambo Aye,” katanya.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, Mursalin mulai tidak bisa berjalan sejak usianya 21 tahun, tepatnya di tahun 2012. Sejak kecil ia hobi bermain bola, tapi ia memilih masuk dayah karena ingin menjadi seorang pendakwah. Saat orangtuanya meninggal, ia harus mengubur keinginan menjadi pendakwah dan memilih pulang kampung. Ternyata perannya sebagai kiper dalam pertandingan bola antar kampung adalah hari terakhir ia bisa berjalan. Setelah itu ia hanya berteman pembaringan.[]

Laporan Cut Islamanda

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar