LHOKSUKON – Masih ingat sosok pemain bola yang lumpuh asal Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara? (Baca: Mursalin Empat Tahun Terbaring, Akhir Cerita Seorang Kiper)
Ya, Mursalin, 25 tahun, beberapa waktu lalu sempat berada dalam perawatan Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) di Lhokseumawe selama 28 hari. Setelah dipulangkan nasibnya jadi terombang-ambing, bahkan untuk membeli kateterpun sudah tak punya uang.
“Saya memang dijemput ke rumah oleh pihak Dinas Sosial Aceh Utara dan Dinas Kesehatan Aceh Utara, Selasa, 17 Mei 2016. Selama 28 hari saya dirawat di RSUCM dan setelah itu saya dipulangkan,” kata Mursalin, yang menghubungi portalsatu.com, Rabu, 26 Oktober 2016.
Mantan kiper itu mengaku kecewa pada Kepala Dinas Sosial Aceh Utara, Jailani, yang dinilai tidak menepati janji. Katanya, Kadis Sosial Aceh Utara menjanjikan jika RSUCM tidak mampu menangani, maka ia akan dibawa ke RSUZA Banda Aceh. Jika itu juga tidak mampu, akan dibawa lagi ke Jakarta. Tapi faktanya hanya sampai RSUCM.
Dilanjutkan, selama dirawat di RSUCM, seluruh uang tabungan hasil sedekah (sumbangan) orang ludes sekitar Rp 1,5 juta. Itu dipergunakan untuk biaya makan dan lainnya. Saat ini jangankan untuk pengobatan, membeli kateter saja ia sudah tidak punya uang.
“Saya juga dijanjikan rumah, tapi hingga kini tidak ada kabar berita. Saat ini saya menumpang tinggal di rumah kakak yang ada di Keude Aceh, Lhokseumawe karena rumah di Langkahan sudah tidak bisa ditempati lagi. Selain dinding yang sudah lapuk, atapnya pun bocor,” ujarnya.