TERKINI
TAK BERKATEGORI

Cerita Nasruddin; Dijemput Paksa, Dianiaya Hingga Disekap di Kantor Satpol PP

BANDA ACEH - Anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) Sabang Nasruddin mengatakan, penculikan menimpanya yang diduga dilakukan oknum Satpol PP, menimbulkan trauma bagi keluarganya, terutama istri…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 6.3K×

BANDA ACEH – Anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) Sabang Nasruddin mengatakan, penculikan menimpanya yang diduga dilakukan oknum Satpol PP, menimbulkan trauma bagi keluarganya, terutama istri dan anaknya. Sebab, mereka turut menyaksikan saat Nasruddin dijemput paksa di rumahnya, Jumat, 27 Mei 2016, dinihari.

“Awalnya saya tidak tahu ada permasalahan apa sehingga dijemput paksa tengah malam, tepat pukul 02.30 WIB, saat saya dan istri saya sedang tertidur. Tiba-tiba pintu rumah digedor hingga saya dan istri terbangun. Setelah kami buka pintu, belasan orang itu langsung menyergap dan memukuli saya, hape (HP) juga disita,” ujar Nasruddin ditemui portalsatu.com di kantor DPA Partai Aceh (PA), Batoh, Banda Aceh, Sabtu, 28 Mei 2016, siang.  

Nasruddin tiba di Banda Aceh setelah ia dijemput oleh ketua KPA Sabang di Kantor Satpol PP Sabang, Sabtu sekitar pukul 09.00 WIB.

Ia melanjutkan kisah tentang kejadian tersebut. Setelah dipukuli saat penjemputan secara paksa yang ia sebut penculikan itu, dirinya dinaikkan ke mobil patroli dan diborgol. “Pemukulan masih berlanjut saat di mobil patroli itu. Sesampai di Kantor Satpol PP, saya dimasukkan dalam kamar kosong dan dikunci,” katanya.

Di dalam kama kosong nyan tanpa pertanyaan sapue lon phon dipoh le limong droe oknum nyan termasuk Kasatpol PP. Abeh nyan ditamong enam droe teuk dan digilho-ghilo lon sampek lon teu-eh di sinan sampek  poh delapan beungoh,” ujar Nasruddin lagi.

Menurutnya, setelah terbangun, ia dipotret oleh salah seorang anggota Satpol PP dengan kamera handphone dan ditanyakan nomor HP Ketua KPA Sabang. Tujuannya untuk diberitahukan kepada Ketua KPA bahwa Nasruddin disekap di kantor tersebut. Anggota Satpol PP tersebut merasa prihatin melihat kondisi Nasruddin, sehingga secara diam-diam ia melaporkan hal itu kepada Ketua KPA.

Sekitar pukul 09.00 WIB, kata Nasruddin, datang Ketua KPA Sabang menjemputnya. Ia langsung dibawa ke Polres Sabang untuk membuat laporan pengaduan atas kasus penculikan dan penganiayaan. Setelah itu, Nasruddin dibawa ke Banda Aceh.

Nasruddin mengaku beberapa hari lalu ia dan pihak Satpol PP sempat terlibat kisruh saat membahas pemecatan adik kandungnya yang juga anggota Satpol PP Sabang tiga hari lalu. “Gaji adik saya belum dibayar, maka saya menagih sisa gaji adik saya kepada pihak Satpol PP,” katanya.

Dia menjelaskan, Kamis, 26 Mei 2016, sekitar pukul 16.00 WIB, anggota Satpol PP yang memakai telepon genggam Kasatpol PP menelpon dan menyuruhnya datang ke kantor itu untuk menyelesaikan permasalahan tuntutan gaji adiknya dengan cara musyawarah.

“Saya datang ke kantor itu setelah salat Magrib. Sepulang dari Kantor Satpol PP, saya langsung tidur karena sudah malam. Saya  tidak menyangka, permasalahan yang saya kira sudah selesai dalam musyawarah itu, ternyata kemudian saya malah dijemput secara paksa, diborgol hingga dipukuli dan disekap di Kantor Satpol PP, Jumat dinihari,” ujar Nasruddin.

Sejauh ini, portalsatu.com belum berhasil mengkonfirmnasi Kasatpol PP Sabang terkait kasus yang dilaporkan Nasruddin tersebut.[]

Laporan Ramadhan

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar