Sobirin (50), anggota salah satu lembaga swadaya masyarakat di Lubuklinggau, Sumatera Selatan ditemukan tewas di rumahnya sendiri, Kompleks Perumnas Lestari Blok XI RT 07, Kelurahan Taba Lestari, Kecamatan Lubuklinggau Timur 1, Rabu (14/10) sekira pukul 08.20 WIB. Dia diduga ditembak tamu misteriusnya.
Peluru yang dimuntahkan menembus dada kiri korban, tepat di bagian tato harimau yang terlukis di dada.
“Kasus pembunuhan itu dilakukan menggunakan senjata api (senpi), namun belum diketahui siapa pelaku dan apa motifnya,” kata Kapolres Lubuklinggau AKBP Ari Wahyu Widodo melalui Kasat Reskrim AKP Arif Mansyur kepada Antara, Jumat (16/10).
Polres Kota Lubuklinggau saat ini telah menyebar anggotanya untuk menyelidiki pelaku pembunuhan Sobirin.
Istri Sobirin, Tema menceritakan, sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, ada dua orang tamu masuk ke rumah korban sekitar pukul 07.30 WIB, menggunakan sepeda motor.
Kedua tamu tadi awalnya berbincang-bincang biasa dengan korban, namun tak lama berselang terdengar suara pertengkaran, istri korban ke luar lewat pintu belakang dengan tujuan minta batuan warga sekitar.
Tak lama kemudian terdengar suara letusan senjata api, dia pun kembali pulang ke rumah sedangkan dua orang tamu itu sudah meninggalkan rumah.
“Sampai di rumah saya terkejut suami saya sudah tergeletak dengan berlumuran darah di bagian tubuhnya dengan posisi tertelungkup,” ujar Tema.
Setelah mendengar jeritan histeris istri korban, warga sekitar berdatangan ke rumah itu dan melapor ke pos polisi terdekat.
Anggota polisi datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Siti Aisyah Lubuklinggau untuk dilakukan visum et repertum.
Salah seorang tetangga sebelah rumah korban tak bersedia disebutkan namanya menyebutkan, sebelum kejadian dia melihat dua orang datang ke rumah korban dengan menggunakan sepeda motor.
“Namun kami tak tahu urusan apa tamu tersebut, yang jelas tak lama berselang ada terdengar letusan senjata api dan warga berdatangan ke rumah itu,” ujarnya.
Petugas masih melakukan penyelidikan siapa pelaku dan apa motif pembunuhan ini, di samping mencari informasi ke beberapa saksi di sekitar rumahnya termasuk istrinya.
Saat dilakukan autopsi di Rumah Sakit Siti Aisyah ditemukan sebutir proyektil dari dalam tubuh korban.[] Sumber: merdeka.com