TERKINI
EKBIS

Cara Penyajian Kopi Saring Aceh Diminati Pengunjung Exhibition Hall

Dicky mengatakan banyak juga pengunjung yang menanyakan tentang seluk beluk kopi Aceh.

ISKANDAR NORMAN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 978×

BANDA ACEH – Kopi Aceh banyak mendapat apresiasi dari kalangan media di Jakarta. Sehingga para panitia stand Aceh di Kovensi Kopi, Teh dan Coklat Indonesia 2015 terpaksa berulangkali mendemonstrasikan cara pembuatan kopi.

“Berkali-kali kami harus mendemonstrasikan cara pembuatan dan penyajian kopi Aceh. Kopi Robusta Ulee Kareng kami sajikan dengan teknik saring dan kopi Arabika Gayo kami sajikan dengan tehnik khop (Gelas Terbalik) yang banyak kita jumpai di Aceh zaman dulu,” kata Dicky Darwis, panitia stand Aceh di Jakarta melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com, Jumat, 27 November 2015.

Konvensi Kopi, Teh dan Coklat Indonesia 2015 pertama kali digelar di Exhibition Hall, Gedung SME Tower, Jalan Gatot Soebroto Jakarta Selatan sejak 24 hingga 26 November 2015.

Dicky mengatakan banyak juga pengunjung yang menanyakan tentang seluk beluk kopi Aceh.

“Ramai juga pengunjung yang meminta membeli biji kopi mentah dari Aceh. Kegiatan ini disamping jadi wadah pertemuan pembeli dan produsen, kami juga mengadakan seminar tentang branding, pemasaran dan lain-lain,” katanya.

Selain stand kopi Aceh, pada hari pertama penyelenggara kegiatan ini juga memberikan penghargaan ‘Penggiat Pangan Lokal’ kepada Ir. H. Kasra J. Munara. Dia dinilai sebagai sosok yang peduli akan hasil komoditi seperti Coklat dari Bombana, Sulawesi Tenggara, yang bekerjasama dengan Universitas Haluoleo untuk produksi coklat menjadi Candy.

“Semoga penghargaan tersebut bisa menginspirasi banyak pihak untuk membantu hasil daerah masing-masing agar bisa lebih kreatif dan menambah nilai dari produk itu sendiri, jangan hanya menjual bahan mentahnya saja tapi lebih meningkatkan nilai lagi dengan masuk ke wilayah industri. Semoga dengan adanya event-event seperti ini, khususnya kopi Aceh, bisa makin maju lagi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia,” ujar Dicky.[]

ISKANDAR NORMAN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar