Sarjani: Sebait Puisi Untuk Ibu
Wahai Ibu,,, Dari rahimmu aku keluar,
Sentuhan lembut jemarimu membuat aku mengerti akan ketulusan,
Didikan pertamamu membuat aku paham,
Engkau membisikkanku dengan suara hatimu, bukan dengan egomu.
Engkau mengingatkanku tentang sebuah kesederhanan dalam kehidupan,
Ibu…Kasihmu tetap sepanjang masa,
Maafkan kesalahan kami anak-anakmu yang belum dapat membuat engkau selalu tersenyum
Itulah dua bait puisi yang diucapkan Bupati Pidie Sarjani Abdullah, Sabtu 26 Desember 2015, pada peringatan Hari Ibu ke-87 di Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Pidie yang dihadiri ratusan kaum ibu dari jajaran pemerintah setempat.
Menurut Sarjani, perempuan merupakan mahkluk mulia ciptaan Allah. Perempuan memegang peranan penting bagi kelangsungan hidup keluarga, agama, begara bahkan dunia, karena perempuan merupakan guru pertama yang mengajarkan dan membetuk sikap, kepribadian setiap anak.
Kita tidak berdiri di sini saat ini tanpa perjuangan seorang ibu, kata Sarjani.
Di zaman globalisasi ini, kata Sarjani, peran ibu makin berat. Pengaruh kemajuan teknologi yang semakin canggih membuat anak-anak dan remaja mudah terpengaruh kemajuan tanpa dapat membedakan positif dan negatif.
Peran kaum ibu sangat dibutuhkan untuk menjadi filter dari hal negatif terhadap perkembangan anak. Anak merupakan aset berharga bagi kelangsungan masa depan, sehingga harus benar-benar dijaga dengan baik sejak dini, kata Bupati Pidie ini.
Pada kesempatan itu Bupati Sarjani mengajak kaum ibu selalu menjaga keharmonisan rumah tangga, mendukung suami dalam bekerja. Karena peran perempuan, kata Sarjani, sangat penting bagi kelangsungan dan keharmonisan rumah tangga.[](tyb)
Laporan Zamah Sari