TAKENGON – Menyukseskan Sensus Ekonomi 2016, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Tengah akan merekrut 207 petugas. Hal tersebut diungkapkan Kepala BPS Aceh Tengah, Mukhtaruddin, dalam siaran pers (16/12). “Petugas-petugas tersebut nanti akan dibagi untuk pencacah dan petugas pengawas dilapangan,” kata Mukhtaruddin.

Lebih rinci, Mukhtaruddin menyebutkan total 207 petugas yang akan direkrut pihaknya, sebanyak 153 petugas akan mendapat tanggung jawab melakukan pencacahan, dan 54 lainnya akan mendapat tugas sebagai pengawas.

Mukhtaruddin membeberkan beberapa syarat petugas yang akan direkrut, namun pihaknya lebih mengutamakan yang berpengalaman pada Sensus sebelumnya. “Tulisannya harus bagus, karena nanti formnya akan di scan, tidak lagi entry data, jadi data yang ditemui dilapangan akan langsung dilaporkan,” katanya.

Sensus ekonomi akan berlangsung selama satu bulan mulai tanggal 1 hingga 31 Mei tahun 2016, dan untuk rekrutmen petugas akan dilakukan pada awal tahun depan.

Sebagai persiapan menuju pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016, pihak BPS Aceh Tengah telah melakukan sosialisasi pada selasa (15/12) di Hotel Mahara Takengon yang dihadiri Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terkait, Camat, Asosiasi Pengusaha, BUMN, BUMD, pihak swasta dan tokoh masyarakat.

Ketika membuka sosialisasi, Asisten Adm. Pembangunan Setdakab Aceh Tengah, Amir Hamzah yang hadir mewakili Bupati, mengatakan perlunya kesadaran masyarakat khususnya pelaku usaha terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016.

“Kita berharap pada saat pelaksanaan Sensus nanti, masyarakat khususnya para pelaku usaha dapat menerima petugas BPS dengan baik dan memberikan jawaban dengan benar sesuai dengan keadaan sebenarnya dan jangan ada yang disembunyikan,” katanya.

Amir menambahkan, semua jawaban yang diberikan kepada petugas BPS akan dijamin kerahasiaannya sesuai dengan Undang-undang Statistik.

Paling Ribet

Mukhtaruddin menyebutkan pelaksanaan Sensus Ekonomi merupakan yang paling ribet diantara pelaksanaan Sensus yang lain. Menurutnya hal ini disebabkan karena harus melakukan Sensus terhadap seluruh sektor ekonomi yang ada kecuali sektor pertanian karena ada Sensus tersendiri.

“Berdasarkan pengalaman Sensus Ekonomi yang paling ribet karena harus melakukan Sensus terhadap semua sektor ekonomi, kalau dulu ada 9 sektor, untuk Sensus kali ini ada 18 sektor ekonomi yang akan di Sensus,” katanya dalam siaran pers Rabu (16/12).

Dijelaskan Mukhtaruddin ada 3 jenis Sensus yang selama ini menjadi tugas BPS, selain Sensus Ekonomi yang dilakukan setiap tahun yang berakhiran angka 6, juga ada Sensus Penduduk yang dilakukan setiap tahun berakhiran angka 0, dan Sensus Pertanian pada setiap tahun berakhiran angka 3.

Melihat besarnya beban tugas Sensus Ekonomi yang akan dilaksanakan pihaknya, Mukhtaruddin mengharapkan kerjasama dari para pihak, terutama Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terkait, para Camat, Asosiasi Pengusaha dan masyarakat umumnya.

Untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2016, pihak BPS Aceh Tengah telah melakukan sosialisasi pada selasa (15/12) di Hotel Mahara Takengon yang dihadiri Kepala SKPK terkait, Camat, Asosiasi Pengusaha, BUMN, BUMD, pihak swasta dan tokoh masyarakat.

Mewakili Bupati, Asisten Adm. Pembangunan Setdakab Aceh Tengah, Amir Hamzah turut menyampaikan materi kepada peserta sosialisasi untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 di Kabupaten Aceh Tengah.[](Rel)