TERKINI
BAHASA

Bisakah Ketertinggalan Dikejar?

Dalam sebuah seminar tentang pendidikan, seorang pemakalah berujar kira-kira seperti ini, “Mari kita mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan!” Salah satu peserta yang duduk di samping…

M FAJARLI IQBAL Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 2.8K×

Dalam sebuah seminar tentang pendidikan, seorang pemakalah berujar kira-kira seperti ini, “Mari kita mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan!” Salah satu peserta yang duduk di samping saya ketika itu berkata pada teman di sampingnya, “Ketertinggalan kok dikejar, yang harus dikejar kan kemajuan. Ngapain mengejar ketertinggalan.”

Pernyataan salah seorang peserta seminar yang mempermasalahkan pemakaian kata ketertinggalan oleh pemakalah ketika itu selayaknya memang perlu diluruskan. Saya katakan demikian karena memang kata tersebut tidak cocok digunakan dalam kalimat “Mari kita mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan!” Pemakaian ketertinggalan pada kalimat tersebut sejatinya melanggar norma-norma logika berbahasa.

Dilihat dari segi konteks kalimat tersebut, ketertinggalan dapat dimaknai sebagai “dalam keadaan tertinggal”. Bila dikaitkan dengan mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan, ini berarti kata tersebut bermakna “mengejar keadaan tertinggal di bidang pendidikan”. Para peserta ketika itu diajak mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan, bukan mengejar kemajuan. Barangkali inilah sebabnya pendidikan di negeri ini tak pernah maju karena yang dikejar selalu yang tertinggal alias kedaluwarsa. Lihat saja, metode dan model pembelajaran yang digunakan di sekolah-sekolah/ perguruan tinggi di antaranya adalah metode atau model tahun ’50-an dan ’60-an yang diadopsi dari negara lain.

Lantas, secara logika berbahasa, perlukah keadaan tertinggal/ketertinggalan dikejar? Mana yang harus dikejar, ketertinggalan atau kemajuan? Sejatinya, ketertinggalan adalah indikasi kemunduran dalam segala hal. Logikanya, desa yang tertinggal berarti desa yang belum maju dan jauh dari peradaban teknologi. Begitu pula, ketertinggalan di bidang pendidikan berarti jauh dari kemajuan di bidang pendidikan.

Karena ketertinggalan merupakan indikasi dari kemunduran, ini berarti ketertinggalan merupakan masalah yang perlu diatasi untuk mencapai kemajuan, bukan sesuatu yang perlu dikejar. Dengan demikian, agar bernalar kalimat itu seharusnya diucapkan, “Mari kita mengatasi berbagai ketertinggalan di bidang pendidikan!”[]

M FAJARLI IQBAL
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar