JAKARTA – anggota DPD RI Asal Aceh, Senator Fachrul Razi yang juga anggota Delegasi Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia telah mengadakan pertemuan dengan Senat Romania maupun pihak pemangku kepentingan terkait lainnya, 6 hingga 11 Oktober 2015.
Kunjungan tersebut antara lain bertujuan untuk membangun hubungan dan kesefahaman antara DPD RI dan Senat Romania dalam konteks kerjasama keparlemenan antara kedua negara.
Dalam sambutannya mewakili delegasi DPD RI pada pertemuan dengan Komite Hubungan Luar Negeri (Committee for Foreign Affairs) Senat Romania, Senator Fachrul Razi mengatakan bahwa Indonesia dan Romania mempunyai hubungan diplomatik semenjak 65 tahun lalu. Kedua negara mengalami transisi demokrasi dari rezim otoritarian di masa lalu, dan terus berjuang meningkatkan daya saing ekonomi pada lingkungan strategis perdagangan internasional yang penuh tantangan dan dinamika.
Katanya, Romania merupakan anggota Uni Eropa dan terletak di antara blok ekonomi Eurasia dan EU. Daerah Daerah di Indonesia adalah negara berpenduduk 254 juta orang dan secara geografis terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Indonesia merupakan pendiri ASEAN , salah satu kawasan ekonomi paling dinamis di dunia. Pada akhir tahun 2015 ini ASEAN akan mengimplementasikan ASEAN Economic Community, sehingga ASEAN akan menjadi sebuah pasar tunggal maupun basis produksi-bersama produk dan jasa di kawasan Asia Tenggara, katanya.
Selama di Romania, senator yang berasal dari Aceh ini juga mempromosikan potensi kopi Aceh yang sangat mempunyai kualitas terbaik di dunia. Hanya saja, menurutnya, selama ini Kopi Aceh di beli dari Medan dan di jual ke Malaysia, Thailand dan Myanmar.
Sementara Kopi Asli berasal dari Gayo. Namun Kopi Aceh tiba di Eropa, Afrika dan Amerika bukan atas nama Aceh, namun atas nama negara lain.Walaupun biji kopi di beli di dataran tinggi Gayo, katanya.
Fachrul razi berharap kedepan hal ini tidak terjadi lagi. Selain mempromosikan Aceh, dirinya juga menjelaskan proses transisi demokrasi dan perdamaian di Aceh yang terjadi selama 10 tahun pasca perdamaian tahun 2005.
Dirinya berharap banyak potensi Aceh yang dapat dipromosikan di Eropa dan Eropa timur, khususnya kopi Aceh yang selalu dimanfaatkan oleh eksportir negara ketiga. [] (mal)