SEBENARNYA yang mengundang datangnya jin bukanlah bacaan Alquran, tetapi sebenarnya jinnya memang sudah ada di situ, pura-pura minta dipanggil pakai ayat Quran. Atau ada yang bilang bahwa yang dibaca biasanya bukan hanya semata-mata ayat Quran, tetapi ada diselipkan doa-doa (baca: mantera) tertentu. Biasanya mulutnya komat-kamit tidak jelas, sebelum baca Quran. Atau setelahnya atau di tengah-tengahnya.
Jadi baca ayat Quran hanya sebagai asesoris saja, intinya pada komat-kamitnya. Komat-kamit itu adalah triggernya. Kalau lafadz itu dibaca, maka jin akan datang. Mungkin anda bertanya, kalau memang ada mantera yang dibaca, kenapa harus pakai baca Quran? Jawabnya, justru kalau tidak baca Quran, korbannya kurang banyak dan sulit mengecohnya. Sehingga dibutuhkan umpan seperti saat kita memancing ikan. Maka para jin pun sedang memancing kita untuk menjadi sesat. Umpannya adalah mantera yang dibungkus bacaan Quran. Sehingga terlihat oleh orang awam bukan sebagai pemanggilan jin, melainkan seperti bacaan mulia.
Itu adalah tipu daya dan trik licik jin kafir dalam menyesatkan umat. Mereka tahu bahwa bangsa manusia mudah dikibuli. Cukup bikin mantera yang mengandung bacaan Quran, lalu mereka akan percaya. Demikian juga dengan dukunnya, diberi kostum mirip kiyai, lengkap dengan peci haji, baju gamis panjang putih, sorban melilit di kepala, persis lukisan Pangeran Diponegoro. Kalau perlu sambil memutar-mutar tasbih biar tambah meyakinkan.