TERKINI
TAK BERKATEGORI

Aryos Nivada: Beberapa Parnas Sedang Dilanda ‘Ketidakikhlasan’

BANDA ACEH – Pengamat politik Aceh Aryos Nivada menilai beberapa partai politik nasional (parnas) yang sebelumnya menyatakan bersedia mendukung Muzakir Manaf atau Mualem sebagai bakal…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 944×

BANDA ACEH – Pengamat politik Aceh Aryos Nivada menilai beberapa partai politik nasional (parnas) yang sebelumnya menyatakan bersedia mendukung Muzakir Manaf atau Mualem sebagai bakal calon gubernur, kini sedang dilanda “ketidakikhlasan”. Hal ini, kata dia, terlihat setelah Mualem memilih TA Khalid sebagai pendampingnya di pilkada Aceh 2017.

“Itu terlihat sekali setelah beberapa kali diskusi saya dengan teman-teman PKS. Pertanyaannya adalah apakah mereka tetap optimal dalam memberi dukungannya kepada Mualem-TA Khalid,” kata Aryos Nivada kepada portalsatu.com di Banda Aceh, Kamis, 9 Juni 2016, malam.

Aryos menyebut kini parnas yang tersisa hanyalah Golkar, PPP dan PAN. Kata dia, ada dua kemungkinan parnas itu mengusung salah satu calon, yaitu karena elektabilitas dan intervensi elite yang berkuasa. “Dan itu bisa juga dilihat dari calon yang memiliki finansial yang kuat, jaringan, dan bisa di-upgrade, sehingga mereka akan mengusung kandidat di luar hasil survei,” ujarnya.

Sesuai prediksi

Di sisi lain, Aryos menyebut terpilihnya TA Khalid menjadi pendamping Mualem di pilkada 2017, sudah ia prediksikan sejak jauh hari lalu. “Kalau ditelusuri dari tulisan saya sebelumnya, itu bisa dicermati bahwa prediksi saya tepat. Contohnya bisa baca prediksi peluang Mualem di pilkada 2017. Itu jelas sekali bahwa TA Khalid itu memiliki porsi tawar yang sangat baik,” kata peneliti Jaringan Survei Indonesia ini.

Menurut Aryos, setelah Mualem memilih TA Khalid sebagai pendampinya, kini mulai terasa perpecahan di internal Partai Aceh (PA). “Itu efek pascapenetapan TA Khalid menjadi wakilnya Mualem, dan efek itu sudah mulai terasa,” ujarnya.

“Perpecahan itu bisa dikatakan lantaran banyak pihak yang ingin dipaketkan dengan Mualem. Jadi, karena rasa kecewa dari beberapa pihak tersebut yang tidak jadi dipaketkan dengan Mualem,” kata Aryos lagi.

Aryos menambahkan, jika tidak segera diantisipasi, pihak yang merasa tidak puas di internal PA tersebut berpotensi melakukan manuver politik dan berdampak menurunnya kekuatan partai ini untuk memenangkan Mualem pada pilkada 2017.[]

Laporan Ramadhan

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar