BANDA ACEH – Aktivis Aceh penerima anugerah N-PEACE Award, Suraiya Kamaruzzaman, mengapresiasi sikap Nurdin bin Ismail alias Din Minimi yang memilih untuk turun gunung.

“Saya rasa sebagai warga Aceh khususnya dan Indonesia umumnya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Din Minimi,” kata Suraiya saat portalsatu.com meminta komentarnya terkait hal itu, Selasa, 29 Desember 2015.

Lebih lanjut, ia mengatakan, perdamaian Aceh memang sudah berusia 10 tahun. Namun dalam kurun waktu tersebut belum cukup untuk menyelesaikan segala persoalan yang tersisa dari konflik selama 30 tahun lebih.

“Pemenuhan hak korban juga belum sepenuhnya berjalan, tetapi mencoba menyelesaikan beragam persoalan tersebut dengan angkat senjata bukan saja tidak menjamin penyelesaian masalah tetapi justru bisa menambah persoalan baru,” kata penerima anugerah kemanusian Yap Thiam Hien Award ini.

Ia mengatakan, setelah Din Minimi turun gunung, proses dialog terkait tuntutan kelompok bersenjata Din Minimi selama ini bisa dimulai.

“Semoga pemerintah juga menanggapinya dengan arif, sehingga Aceh menjadi semakin maju dan membawa keadilan bagi semua masyarakatnya, bermartabat, dan demokratis,” ujar anggota Balai Syura Ureung Inong Aceh ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Din Minimi akhirnya 'turun gunung' pada Senin malam setelah Kepala BIN Sutiyoso berdiskusi dan bernegosiasi dengan kelompoknya. Ada 120 anggota Din Minimi yang menyerahkan diri.[] (ihn)