BANDA ACEH – Putra Riski Youlan Radhianto, Ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsyiah mengapresiasi terhadap kelompok Nurdin bin Ismail alias Din Minimi yang sudah turun gunung dan kembali ke masyarakat.

“Kalau menurut saya ini sebuah apresiasi bagi Din Minimi dan teman-temannya yang telah mau turun gunung, karena ini memberikan impact (dampak) yang positif bagi Aceh,” kata Anto saat dihubungi portalsatu.com, pagi tadi, Selasa, 29 Desember 2015.

Ia menagtakan, hal ini menjadi jalan untuk merawat perdamaian Aceh karena angkat senjata bukan lagi solusi saat ini. “Yang ada hanya menjadikan Aceh kembali mencekam dan menjadikan orang tidak tertarik terhadap Aceh,” katanya.

Menurut Anto, pemerintah harus mengakomodir pihak Din Minimi dengan segala tuntutannya sebagai upaya integrasi agar menemui solusi bersama terkait masalah Aceh.

“Saat ini yang harus dilakukan oleh Pemerintah Aceh adalah menampung segala aspirasi Din Minimi dan anggotanya serta seluruh aspirasi masyarakat Aceh. Karena terkait kesejahteraan merupakan faktor yang paling fundamental untuk meminimalisirkan kemungkinan adanya DM-DM baru. Jadi, pemerintah sudah saatnya lebih menitikberatkan pembangunan kesejahteraan pada level bawah (masyarakat),” ujar Anto.[] (idg)