TAKENGON – Kedatangan 19 orang tim Asosiasi Kopi Eropa atau Specialty Coffee Association of Europe ke Takengon bukanlah hal yang sia-sia. Kedatangan mereka untuk melihat dari dekat usaha perkebunan kopi serta kemungkinan penjajakan hubungan dagang untuk memasarkan kopi Gayo di Benua Biru.
Tiba di kota dingin itu pada Senin malam, 16 November 2015, mereka langsung diundang makan malam di pendopo bupati dan ditemani langsung oleh Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin. Tak lupa, para tamu tersebut disuguhi kopi espresso.
Dalam surat elektronik yang diterima portalsatu.com, Selasa, 17 November 2015, salah seorang peserta rombongan asal Ukraina, Sergiy Reminnyy tampak begitu menikmati sajian kopi Gayo tersebut. Bahkan ia tak pernah menolah tiap kali ditawari kopi.
Penasaran dengan caranya menikmati kopi, ketika ditanya cita rasa dan aroma kopi yang sedang ia nikmati dengan tegas General Director IONIA Il Caffe ini mengatakan kalau dirinya sedang ketagihan kopi Gayo. Bahkan saat ditanya perbandingan cita rasa kopi Gayo dengan kopi yang berasal dari luar negeri, misalnya Brazil, Reminnyy memberikan jawaban yang mengejutkan.
“Jadilah diri sendiri. Jangan dibanding-bandingkan,” ujarnya sambil meneguk kopi.[]
