Neurajah adalah serangkaian kata yang diucapkan dengan syarat tertentu dan dapat menimbulkan kekuatan gaib. Neurajah, yang dalam bahasa Indonesia disebut mantra, merupakan bagian dari puisi lama yang paling tua usianya dan disampaikan secara turun-temurun dalam bentuk lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Neurajah diyakini merupakan unsur penting dalam ilmu gaib (magis). Hal ini dinyatakan oleh Koenjtaraningrat dalam bukunya Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Rapalan kata-kata dan suara dianggap memiliki kesaktian dan kekuatan gaib. Neurajah hanya diucapkan oleh orang-orang tertentu seperti pawang/dukun. Tidak setiap orang boleh mengucapkan karena kesalahan dalam menggunakannya, menurut kepercayaan, dapat mendatangkan bahaya (Yusuf, dkk. dalam buku Struktur dan Fungsi Mantra dalam Bahasa Aceh).
Uraian di atas mengantarkan kita pada satu simpulan bahwa neurajah adalah hasil kesusastraan lisan yang isinya terutama tentang jampi untuk memberikan kesaktian pada air, pada binatang, mengobati orang sakit, sihir, dan doa-doa yang disesuaikan dengan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat pengguna/pembaca neurajah. Neurajah menggunakan kata dan bunyi tertentu. Kata dan bunyi tersebut dapat menimbulkan kekuatan yang luar biasa bila diucapkan oleh pawang/dukun. Hal ini biasa dipakai untuk jampi-jampi dan guna-guna.
Menurut Yusuf, dalam kegiatan jampi-jampi digunakan kata-kata yang dapat diucapkan dan dinyanyikan menurut irama tertentu sebagai bagian dari kegiatan upacara magis. Kata-kata tersebut ditulis oleh si pelaku jampi (pembaca atau pelaku neurajah) di atas kertas, kain, dan benda lain. Akan tetapi, neurajah harus diucapkan atau dilisankan agar kegiatan itu mendapat efek yang dikehendaki.