Sastrawan Senior Zab Bransah turut membacakan puisi bertema kota Langsa dari buku kumpulan sajak Nurdin F Joes "Langkah ke Tiga".
LANGSA – Acara pertama Kota Puisi – Langsa berlangsung meriah di Taman Bambu Runcing kota Langsa, setelah asar, 20 Desember 2015. Beberapa komunitas turut hadir, di antaranya Teater Rajut, Mahruza, dan Ghana.
Sastrawan Senior Zab Bransah turut membacakan puisi bertema kota Langsa dari buku kumpulan sajak Nurdin F Joes “Langkah ke Tiga”.
Konseptor sekaligus promotor Kota Puisi Muhrain mewakili Thayeb Loh Angen sebagai pencetus pertama Kota Puisi turut membacakan puisinya di acara tersebut.
Sebelumnya, kata Muhrain, Kota Puisi dilangsungkan juga di Lhokseumawe, setelah Banda Aceh melaksanakan Kota Puisi yang dihadiri hampir semua penyair ternama di Aceh.
Presiden Rex (Hasbi Burman) sempat hadir mewakili generasi penyair senior yang masih terus menulis puisi, ingin turut hadir membuka acara Kota Puisi sore 20 Desember 2015 di Langsa, namun batal akiobat kesehatannya memburuk, kata Muhrain.
Muhrain mengatakan, Zab Bransah serta Ghana Komunitas Rajut yang menjadi penyelenggara Kota Puisi-Langsa mengaku sangat bangga sekaligus berbahagia atas berlangsungnya acara yang mereka gagas menyahut menggemanya Kota Puisi di hampir seluruh wilayah Aceh.
Kota Puisi-Langsa sore tadi berlangsung meriah sebab hadir juga para seniman pembaca puisi yang sering mengikuti even lomba di tingkat propinsi. Pengalaman membaca puisi terus diasah dan menyiapkan para pembaca puisi harus terus dilakukan oleh semua kalangan seniman, kata Muhrain.
Muhrain mengatakan, pencetus Kota Puisi, Thayeb Loh Angen tidak sempat menghadiri acara Kota Puisi pertama di Langsa karena mengikuti acara Kota Puisi ke 4 di Banda Aceh.
Terlaksananya acara Kota Puisi berada di pundak para penyair di Aceh dari lintas generasi, kata Muhrain dalam acara Kota Puisi-Langsa yang digawangi oleh Zab Bransah sebagai admin grup Kota Puisi Langsa. Juga Gana Fazmi wakil dari Komunitas Rajut Universitas Negeri Samudera Langsa.[](tyb)