TERKINI
BUDAYA

Mahabbah Rumi (Puisi Panjang)

Mahabbah Rumi Karya Thayeb Loh Angen   Terpasung rasa di Konya Anatoli di lingkaran tari nukleus hati menyelami semesta menuju Allah kekasih Yang Maha didamba.…

LIPUTAN6 Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 2.2K×

Mahabbah Rumi

Karya Thayeb Loh Angen

 

Terpasung rasa di Konya Anatoli

di lingkaran tari nukleus hati

menyelami semesta menuju Allah

kekasih Yang Maha didamba.

 

Mahabbah kami, kafilah Fansuri

dari Samudra sepi, negeri Jawi

halakah-halakah api.

 

Wahai burung-burung di Al Quds

unggas-unggas di Eufrad

perahu-perahu di Bosporus

kami nadi Samudra,

berenang di Krueng Aceh,

pada mahabbah ini, kami sesunyi

empat puluh tahun pergantian alam.

 

Apabila gagal mencintai sepertimu

biarlah hanya sampai pada impian

impian mencapai-Nya lebih indah

berbanding segala-gala rasa.

 

Wahai pengikut Nabi Dua Kiblat

doa-doa yang menari di lantai waktu

bersamamu, sampaikah ke taman itu?

Engkau tidak tahu, dulu.

 

Engkau tahu kini, tetapi aku

belum menari di lantaimu

lantai yang aku jahil di mana.

 

Wahai Rumi, di sini puisi runtuh

dengan puingnya kami bangun kota

bermimbar cinta, kasih yang

dibawa angin Samudra Hindia.

 

Zaman, Rumi. Zamanku bernoda

mihrab dan tarikat jubah jelata

tanpa maulana. Kami bersembunyi

mendesis, terisak, dan berteriak.

 

Sampaikan salamku pada Sa’adi

apakah kalian tengah di taman

bersyair di rindangan kesturi abadi

diberi Tuhan Maha Penyayang?

 

Aku tidak menemukan Fansuri

adakah ia bersama kalian,

di antara burung-burung pingai

atas perahu cendana berkayuh barus?

 

Aku, dan sekalian handai taulan ini

mencari gerbang untuk kembali

ke rumah pertama Adam dan Hawa

tetapi celaka, kuncinya di mana?

 

Wahai Rumi, Sa’adi, Hamzah,

sampaikan salam kami pada Emreh

kalian tahu bahwa kunci Ma’wa

ada di dalam kasih-Nya.

 

Wahai Pencipta semesta raya

kami gurun, bukan mendahaga air

cinta-Mu segala-gala asa.

 

Banda Aceh, 16-18 Desember 2015

 

Thayeb Loh Angen, penulis novel Aceh 2025, pengurus Sekolah Hamzah Fansuri. Puisi ini dibacakan pertama kali pada acara “KOTA PUISI – 4 di Banda Aceh dengan tajuk “Mahabbah Rumi-Fansuri-Sa’adi”, 20 Desember 2015. Telah disiarkan di Harian Serambi cetak, tidak di siber.

LIPUTAN6
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar