IDI RAYEK – Gampông Kuala Simpang Ulim berada di bagian pantai wilayah Timur Aceh. Jika kita lalui dari Kota Simpang Ulim menempuh jarak sekitar 12 kilometer. Mayoritas penduduk di sana berprofesi sebagai nelayan dan petani tambak.
Saat wartawan portalsatu.com berkesempatan berkunjung ke sana, banyak keluh kesah warga yang disamapaikan. Salah satunya adalah kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Ikamoe hinoe yang brat that kendala nyan keuh ie yang hana gléh (kami terkendala air bersih), ujar salah satu tokoh Gampông Pawang Laôt Kuala Simpang Ulim, Hasbi, saat diwawancarai oleh portalsatu.com, Jumat, 23 Oktober 2015.
Dia mengatakan masyarakat Kuala Simpang Ulim harus mengeluarkan uang sekitar Rp15 ribu per jeriken untuk membeli air bersih setiap harinya, padahal di daerah tersebut tersedia saluran PDAM.
Na bantuan pipa ie, tapi han jeut tagunakan. Hana ilé ie (ada bantuan pipa air, tetapi sama aja tidak bisa digunakan. Airnya tidak mengalir, katanya.