TERKINI
TAK BERKATEGORI

Alumnus Istanbul Technical University: Rumoh Aceh Sebaiknya Dibangun di Istanbul

"Kalau ke Turki, mendarat di Istanbul dulu. Ini kota metropolitannya Turki, lebih besar dari ibu kota Ankara. Istanbul Ibu Kota Budaya Eropa, menyimpan arsip-arsip bersejarah hubungan Aceh dengan Turki.

LIPUTAN6 Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 849×

BANDA ACEH – Rumoh Aceh yang bisa difungsikan untuk tempat pertemuan, asrama, dan semacamnya oleh mahasiswa asal Aceh di negeri dua benua itu, sudah masanya dibangun di Istanbul, Turki.

Demikian kata Nawawi, lulusan S2 teknik mesin di Istanbul Technical University, Istanbul, Turki, 22 Januari 2016. Rumoh Aceh, kata Nawawi, cocok dibangun di daerah yang strategis dan sesuai dengan tujuan dari pendirian rumah itu sendiri. Dalam hal ini, Istanbul salah satu tempat terbaiknya.

“Ada banyak alasan kenapa Istanbul merupakan tempat terbaik apabila Rumoh Aceh dibangun di Turki. Istanbul mudah dijangkau oleh orang-orang Aceh yang mau ke Turki. Kalau kita ke Turki, pasti mendaratnya di Istanbul dulu,” kata Nawawi yang sekarang menjabat Tuha Peuet Ikatan Masyarakat dan Mahasiswa Aceh Turki (IKAMAT).

Istanbul, kata Nawawi, merupakan kota metropolitannya Turki, bahkan lebih besar dari Ankara yang merupakan ibu kotanya. Selain itu, katanya, Istanbul merupakan Ibu Kota Budaya Eropa yang pastinya banyak menyimpan arsip-arsip bersejarah, termasuk arsip hubungan Aceh dengan Turki.

“Di Istanbul terdapat perpustakaan bersejarah, pustaka Suleymaniah yang terletak berdekatan dengan mesjid Suleymaniah. Di situ banyak arsip bersejarah termasuk tentang hubungan Aceh dengan Turki yang ditulis pada abad ke 17 dan tulisannya masih dalam bahasa Turki Ustmani (huruf Arab Jawi),” kata Nawawi, yang merupakan salah satu dewan pendiri IKAMAT.

“Banyak hal yang bisa dilakukan dengan adanya Rumoh Aceh di Turki, di antaranya sebagai pusat dokumentasi tentang hubungan Aceh dengan Turki sepanjang sejarah, pusat riset, dan lain sebagainya,” kata Nawawi yang dihubungi melalui WhatsApp.

Tentang perizinan untuk membangun Rumoh Aceh di Turki, kata Nawawi, otoritas di Istanbul akan sangat kooperatif ditambah lagi dengan adanya kunjungan Walikota Banda Aceh, tokoh-tokoh Aceh ke Istanbul.

“Apalagi maha?iswa/masyarakat Aceh di bawah IKAMAT Istanbul sering membuat kegiatan-kegiatan dan sering juga dibantu baik akomodasi dan konsumsi oleh elemen-elemen yang ada di Istanbul termasuk NGO dan pemerintah kotanya. Tentunya juga kita bisa minta bantuan lobi dari KBRI atau KJRI di Istanbul untuk menguatkannya,” kata Nawawi, ketua IKAMAT saat pertama kali dibentuk ini.[]

LIPUTAN6
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar