"Hubungan Aceh dan Turki mempengaruhi perkembangan Ikatan Masyarakat Aceh-Turki (IKAMAT) yang menjadi komunitas terbesar kedua setelah Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI)."
ESKISEHIR – Komunitas masyarakat Aceh di Turki memiliki satu wadah untuk saling berkomunikasi dan bertukar informasi menjalin silaturahim. Melalui hasil Duek Pakat V yang diselenggarakan di Kota Eskisehir yang jatuh pada tanggal 1 Februari 2016.
Dalam acara itu terpilihlah Muhammad Reza Fahlevi sebagai Ketua Umum Ikatan Masyarakat Aceh-Turki (IKAMAT) untuk periode 2016-2017 menggantikan ketua sebelumnya yaitu Dedy Irwanda yang sudah mengemban amanah sebagai ketua dalam periode 2015-2016.
Dalam perjalanannya, IKAMAT dibentuk pada tanggal 15 Oktober 2011 sebagai wadah untuk menampung aspirasi masyarakat Aceh yang berdomisili di Turki. Di usianya yang ke 5 tahun, IKAMAT mengalami banyak transformasi dan menjadi satu-satunya organisasi atau komunitas paguyuban yang diakomodir oleh masyarakat Aceh di Turki.
Tidak bisa dipungkiri bahwa hubungan Aceh dan Turki sedikit banyak telah mempengaruhi perkembangan organisasi ini dan IKAMAT menjadi komunitas terbesar kedua setelah Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) yang menjadi media silaturahmi warga Indonesia di berbagai dunia.
Tercatat sebanyak 130 masyarakat Aceh yang tersebar di 21 kota di seluruh Turki telah menjadi bagian dari kekuatan dari IKAMAT ini.
Dalam setiap keputusan yang diambil, komunitas ini tidak pernah melupakan nilai luhur Aceh yang tertanam dalam setiap perjalanan yang dilakukan. Musyawarah IKAMAT atau Duek Pakat adalah agenda tahunan sebagai salah satu jalan yang baik untuk menjalin silaturahmi sesama masyarakat Aceh.
Perhelatan kali ini dilaksanakan di salah satu kota sejarah di Turki (Eskisehir) yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat Aceh dari berbagai penjuru kota-kota di Turki.
Dalam tradisi masyarakat Aceh, Jamee atau tamu selalu menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan, acara kali ini pun dibuka oleh Bapak Wardhana selaku Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki dan dihadiri juga oleh perwakilan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) pun turut hadir meramaikan acara serta beberapa organisasi berbasis masyarakat yang ada di Turki.
Sambutan positif diberikan oleh Bapak Wardhana dan mendukung komunitas Aceh yang dikenal dengan IKAMAT ini. Dengan lebih dari 60 tamu yang datang, acara ini berhasil menjadi media komunikasi untuk saling bertukar informasi dan menjalin silaturahmi.
Dalam kegiatan ini pun tradisi Aceh dijunjung tinggi, suasana kekeluargaan dan hangat menjadi poin yang harus di apresiasi itulah kutipan yang disampaikan oleh Muhammad Farhan selaku ketua pelaksana acara ini. Salah satu tetua yang lebih dikenal dalam bahasa Aceh Tuha Peut Azwir Nazar mengatakan bahwa komunitas IKAMAT ini memainkan peran penting dan strategis bagi Aceh dan Turki.
Dengan segala kedekatan historis dan nilai nilai kebudayaan yang sama, Turki telah menjadi saudara bagi Aceh dan telah banyak membangun pasca Gempa dan Tsunami Aceh beberapa tahun yang silam. Diharapkan kedepan, IKAMAT sedang berusaha untuk bisa memiliki House of Aceh (Rumoh Aceh) di Turki sebagai tempat dimana Aceh bisa menjadi semakin dikenal.
Acara yang berlangsung selama satu hari ini berjalan dengan sangat baik dan lancar bahkan Duek Pakat kali ini berhasil membuat satu resolusi baru dari acara tahun lalu. Sebagai komunitas Aceh terbesar kedua di Turki, diskusi kebangsaan dianggap penting sehingga nila nilai serta peran generasi muda Aceh di masa depan harus menjadi tolok ukur perkembangan Aceh.
Dengan pemateri yang disesuaikan dalam bidangnya, IKAMAT berhasil mengundang Kapten (N) Yusliandi Ginting selaku atase pertahanan untuk Indonesia di Turki dan materi juga diisi oleh Azwir Nazar selaku perwakilan Tuha Peut IKAMAT.
Hasil diskusi ini disetujui bahwa visi Indonesia pada tahun 2045 harus memiliki generasi emas bagi pemuda-pemudi Indonesia untuk berkompetisi di era globalisasi.
Yusliandi mengucapkan selamat kepada ketua terpilih periode 2016 2017. Rangkaian acara kali ini ditutup dengan mengunjungi kota Eskisehir yang didukung penuh oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Turki. Visi ke depan adalah untuk menjalin hubungan yang erat antara IKAMAT demi kemajuan Aceh dan Indonesia.[]
Laporan Muhammad Reza Fahlevi, Ketua Umum Ikatan Masyarakat Aceh-Turki (IKAMAT) periode 2016-2017, Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional dari Universitas Ankara, Turki.